Malaysia Resmi Full Lockdown Hari Ini, RI Wajib Waspada

A man walks in front of Merdeka Square during the movement control order, in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, May 2, 2020. Malaysia will allow most business activities to reopen from May 4. Malaysian Prime Minister Muhyiddin Yassin says the economy needs to be revived as billions have been lost during the partial lockdown that began in March.  (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, –¬†Malaysia mulai hari ini melakukan penguncian penuh alias full lockdown melalui perintah kendali pergerakan (MCO) ke-4. Aturan akan berlaku hingga 14 Juni 2021 mendatang.

Pengumuman disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (28/5/2021) lalu. “Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi,” kata Muhyiddin, dikutip dari Straits Times.

Baca:

Malaysia Siap Lockdown, Singapura Beri Sinyal Buka Lockdown

Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa hanya 17 sektor penting yang akan diizinkan beroperasi selama lockdown. Ini mirip dengan MCO pertama yang dilakukan Maret dan Mei tahun lalu ketika sebagian besar kegiatan ekonomi dan sosial dilarang.

Kegiatan ekonomi yang diperbolehkan terus berlangsung antara lain usaha makanan dan minuman, utilitas, transportasi, perbankan, dan e-commerce. Termasuk sektor komunikasi meliputi media, telekomunikasi dan jasa pos.

Baca:

Alert! Kasus Harian Covid Malaysia Sudah Kalahkan India

Full lockdown dilakukan pasca Malaysia terus mencatat rekor pada penularan corona sejak pekan kemarin. Malaysia pada hari Sabtu (29/5/2021) melaporkan 9.020 infeksi baru dan 98 kematian akibat virus corona, yang merupakan rekor tertinggi di kedua kategori tersebut.

Kasus turun sedikit menjadi 6.999 infeksi baru dengan 79 kematian pada hari Minggu. Tetapi kasus aktif terus meningkat karena pemulihan tetap tertinggal di belakang infeksi baru.

Secara agregat, Malaysia sekarang memiliki 78.017 kasus virus corona aktif, dengan 846 orang menerima perawatan intensif di rumah sakit. Sekitar setengah dari mereka dalam perawatan intensif menggunakan dukungan ventilator.

Menurut sejumlah warga yang dihubungi di Malaysia, situasi tegang terlihat di sejumlah sisi Kuala Lumpur, persis sehari sebelum MCO 4 diberlakukan. Pasukan turun berjaga untuk mengawasi warga.

Kawat berduri juga terlihat di beberapa sisi jalan. Hanya dua warga dalam satu keluarga yang boleh keluar untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Saat MCO 1 dilakukan Maret 2020, Malaysia mencatat bahwa ekonomi negara itu hampir runtuh, di mana negara kehilangan RM2,4 miliar atau Rp 8,4 triliun per hari. Pemerintah memberikan bantuan ekonomi senilai RM340 miliar (Rp 117 triliun).

Halaman 2>>>