Mantap, Naga-naganya Rupiah Mau Menguat!

Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat setelah penutupan perdagangan pasar spot kemarin dibandingkan hari ini, Rabu (7/4/2021), mengutip data Refinitiv:

Periode

Kurs6 April (15:02 WIB)

Kurs 7 April (07:03 WIB)

1 Pekan

Rp14.480,6

Rp 14.­469,05

1 Bulan

Rp14.537

Rp 14.495,9

2 Bulan

Rp14.588,7

Rp 14.568,8

3 Bulan

Rp14.648,7

Rp 14.629,25

6 Bulan

Rp14.808

Rp 14.795,3

9 Bulan

Rp 14.979,3

Rp 14.973,35

1 Tahun

Rp 15.152,3

Rp 15.105,8

2 Tahun

Rp 15.913,6

Rp 15.914,3

 

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 6 April pukul 14:19 WIB:

Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.550

3 Bulan

Rp 14.615

Baca:

Jika Rupiah Tak Tertekan, Apakah BI Akan Turunkan Suku Bunga?

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

Baca:

Berakhir di Rp 14.500/US$, Rupiah Menguat 2 Hari Beruntun

TIM RISET

(aji/aji)