Jakarta () – Spencer Elden, laki-laki yang saat masih bayi difoto telanjang untuk sampul album Nirvana “Nevermind”, mengajukan gugatan kembali dengan tuduhan eksploitasi seksual pada band tersebut setelah hakim federal Los Angeles menolak gugatannya.

Dikutip dari AFP pada Kamis, laki-laki yang kini berusia 30 tahun itu pertama kali mengajukan gugatan pada Agustus 2021 dengan meminta ganti rugi sebesar 150.000 dolar AS dari masing-masing 15 terdakwa, termasuk mantan anggota band yang masih hidup, Dave Grohl dan Krist Novoselic, serta mendiang vokalis Kurt Cobain melalui Kurt Cobain’s estate, dan fotografer Kirk Weddle.

Dalam pengajuan ke pengadilan itu, tim hukumnya berpendapat bahwa baik Elden maupun wali hukumnya menandatangani rilis yang mengizinkan penggunaan gambar Spencer atau yang serupa, dan bukan pornografi anak komersial yang menggambarkannya.

Di bawah undang-undang federal Amerika Serikat, korban pelecehan seksual anak dapat menuntut ganti rugi bagi siapa pun yang memproduksi, mendistribusikan, atau memiliki gambar korban.

Pada 3 Januari, seorang hakim menolak kasus Elden karena tim hukumnya gagal menanggapi permintaan yang diajukan oleh pengacara Nirvana untuk membatalkan kasus tersebut tepat waktu. Elden diberi waktu 10 hari untuk mengajukan aduan baru, yang dia lakukan pada pada Rabu (12/1).

Pada 1991, ketika Elden berusia empat bulan, ia difoto telanjang di kolam renang dan tergambar tengah meraih uang dolar. Foto tersebut telah menjadi salah satu sampul paling ikonik sepanjang masa.

Album “Nevermind” kemudian terjual 30 juta kopi, dengan lagu-lagu seperti “Smells Like Teen Spirit” menjadi populer di musik pop Amerika.

Dalam mosi Desember, pengacara Nirvana berpendapat undang-undang pembatasan telah berakhir lebih dari satu dekade yang lalu dan klaim Elden bahwa foto tersebut merupakan pornografi anak adalah tidak serius.

Mereka mencatat bahwa Elden telah membuat ulang foto itu beberapa kali, dengan biaya tertentu, termasuk untuk ulang tahun album ke-25.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2022