Jakarta () – Fajar Endra Taruna Mangkudisastro alias Mr. Jarwo pada Oktober lalu merilis "Rama dan Shinta" yang merupakan single kedua dari album solo "Anti Rebahan".

Jarwo mengatakan, single tersebut menceritakan dua insan yang berjanji untuk hidup bersama selamanya. Keduanya selalu berdoa dan berusaha bersama.

"Ujung-ujungnya, dikaitkan dengan suasana perkawinan. Kalau akad kan udah ada, nah ini resepsinya hahaha," ujar Jarwo kepada , dikutip pada Kamis.

Pria yang juga dikenal sebagai Jarwo Naif itu kemudian menceritakan bahwa proses pembuatan video musik "Rama dan Shinta" yang mengusung tema pernikahan itu sempat menghadapi tantangan karena adanya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ketat.

"Niatnya, kita mau datang ke kawinan siapa, terus kita bikin konten di situ. Tapi kan lagi PPKM enggak bisa, yang mau kawinan juga enggak ada," katanya.

Hal itu membuat Jarwo harus memutar otak. Akhirnya, dia memutuskan untuk memasukkan video pernikahan dari para penggemarnya ke video musik "Rama dan Shinta".

"Kita bikin pengumuman, 'ayok yang mau meramaikan video klip, kumpulin video kawinan ke Mr. Jarwo'. Akhirnya banyak yang ngirim tuh," ujarnya.

Dalam waktu seminggu, Jarwo menerima 50 video pernikahan dari para penggemar.

Video pernikahan saja dirasa tidak cukup bagi Jarwo. Oleh karena itu, dalam video musik "Rama dan Shinta", dia muncul dan berperan sebagai penghulu.

"Ternyata kalau sepanjang lagu diisi video kawinan aja ngebosenin, jadi syuting deh jadi penghulu hahaha," katanya.

"Anti Rebahan" merupakan album solo kedua Mr. Jarwo yang dipersembahkan khusus untuk para penggemar Naif setelah "1st Journey" yang dirilis pada 2009. Berbeda dari proyek solo perdananya yang hanya menyajikan gitar instrumental, kali ini Mr. Jarwo juga berperan sebagai vokalis.

Dalam menyelesaikan album "Anti Rebahan", Mr. Jarwo mengaku bahwa dia hanya membutuhkan waktu kurang dari dua bulan.

"Enggak sampai dua bulan. Jadi, kadang sehari itu ada dua lagi yang dibikin liriknya. Aransemen, rekaman, enggak terlalu diribetkan, lancar," kata Jarwo.

Jarwo juga mengatakan bahwa keseluruhan proses pengerjaan album "Anti Rebahan" dilakukan sendirian mulai dari lirik, aransemen, hingga mixing. Sedangkan proses mastering dikerjakan oleh Stephan Santoso (Slingshot Studios).

Ada delapan lagu yang terdapat dalam album "Anti Rebahan", yaitu "Pertalian Jiwa", "Bebas", "Dia Dimana Dia Disana", "Nada Hujan", "Morning Light", "Rama dan Shinta", dan "Penari Pagi".

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021