Ngeri, Gedung Putih Trump Tak Akan Kontrol Covid-19 Lagi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak memakai masker saat berada di Gedung Putih. (AP/Alex Brandon)

Jakarta, – Pernyataan terbaru keluar dari Gedung Putih, kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS). Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa AS tak akan mengendalikan pandemi virus corona meski laporan terbaru menunjukkan rekor harian Covid-19.

Di mana dari data Worldometers, kasus corona AS bertambah 59.752 kasus pada Minggu (26/10/2020). Artinya dari awal mewabah hingga kini sudah 8.888.042 orang terinfeksi corona di AS.

Baca:

Heboh Presiden Prancis Macron ‘Serang Islam’, Lukai Muslim

“Kami tidak akan mengendalikan pandemi,” katanya selama wawancara dengan CNN International Minggu (26/10/2020).

“Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi dan mitigasi lain.”

Baca:

Good Bye Resesi! Ekonomi AS Diramal Tumbuh 31,9%

Ia bahkan berujar corona seperti flu. Yang perlu dipastikan, kata dia adalah bahwa, bagaimana caranya orang tidak meninggal karena virus.

“Karena itu adalah virus menular seperti flu,” tegasnya.

Sebelumnya, lebih dari 224.000 orang di AS telah meninggal karena Covid-19. Pejabat setempat mendesak diberlakukannya protokol kesehatan seperti memakai masker sehingga bisa menyelamatkan nyawa.

Pemerintahan Trump berulang kali meremehkan keseriusan virus. Baru-baru ni Trump bersikeras bahwa ‘virus akan hilang’, bahkan ketika lonjakan terjadi di sebagian besar negara bagian.

Sementara itu kemarin kepala staf Wakil Presiden AS Mike Pence dan pembantunya positif Covid-19. Namun Wapres mengaku tak akan melakukan karantina.

Kepala Staf Pence Marc Short diisolasi setelah dites positif pada Sabtu (24/10/2020). Seorang penasihat politik senior untuk wakil presiden, Marty Obst, dan dua asisten lainnya juga dinyatakan positif.

“Sementara Wakil Presiden Pence dianggap sebagai kontak dekat dengan Tuan Short, dalam konsultasi dengan Unit Medis Gedung Putih, akan mempertahankan jadwalnya sesuai dengan pedoman CDC,” kata Juru Bicara Wapres Devin O’Malley dalam pernyataan itu.

Akibat pernyataan ini, Bursa Berjangka Wall Street AS ditutup di zona merah. Dow Jones futures ‘nyungsep’ 100 poin, kehilangan 140 poin sejak dibuka Senin pekan lalu. Sementara S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures harus rela turun 0,4%.

(sef/sef)