Ngeyel Menangi Pemilu, Trump Rencanakan Darurat Militer di AS

Tak Sesuai Kesepakatan, Trump Ancam Tolak Stimulus Covid-19

Jakarta, – Klaim kemenangan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas lawannya Joe Biden yang memenangkan pemilu 3 November lalu ternyata belum surut. Akhir-akhir ini Trump dilaporkan sedang membangun narasi tentang konspirasi kejatuhannya dengan para sekutu politiknya.

Dilansir dari International, sekutu Trump bahkan telah menyuarakan ide-idenya termasuk meminta Presiden yang juga taipan properti itu mengumumkan darurat militer dan melakukan kembali pemilu di negara bagian di mana dia kalah tipis. Selain itu mereka juga memaksa anggota Kongres dari Partai Republik untuk membatalkan kemenangan Biden Januari 2021 dan merebut kembali mesin pemungutan suara.

Pengacara Trump Sidney Powell dan Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional yang baru-baru ini diampuni Trump karena berbohong kepada agen FBI, kabarnya akan memimpin penyelidikan ini. Namun belum ada komentar resmi dari Powell.

Sementara itu dalam sebuah kesempatan Flynn mengatakan bahwa ia mungkin saja melakukan darurat militer untuk mendukung klaim Trump. “Orang-orang di luar sana berbicara tentang darurat militer seolah itu adalah sesuatu yang belum pernah kami lakukan,” kata Flynn kepada outlet berita konservatif Newsmax minggu lalu.

Pilihan Redaksi
  • Awas ‘Gagal Maning’, Trump Ancam Veto Stimulus US$ 900 Miliar
  • Strain Virus Inggris Disinyalir Aman, Bursa Eropa Dibuka Naik
  • Wall Street Dibuka Variatif di Tengah Spekulasi Stimulus

Selain Powell dan Flynn, orang lain yang telah mendorong Trump untuk ‘tetap maju’ adalah penasehat Gedung Putih Pat Cipollone dan Patrick Byrne. Khusus Byrne, ia disebut mengakui berada di pertemuan dengan penasihat Trump, Powell, Flynn ketika mereka membahas strategi tersebut. Namun ia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap beberapa rencana “membalikkan keadaan” yang ia rasa tidak ampuh itu.

Sementara itu, Trump terus mengunggah posting Twitter yang menggarisbawahi penolakannya untuk menerima bahwa Biden telah menang di hari yang sama.

“DEMOKRAT MENGHANCURKAN RATUSAN RIBUAN BALLOT DI NEGARA SWING TERLAMBAT PADA MALAM,” cuit Trump kemarin dengan huruf besar.

“INI ADALAH PEMILIHAN YANG SAKIT !!!”

Pada Pemilu Presiden AS 3 November kemarin, calon Partai Demokrat Joe Biden unggul dengan 306 suara elektoral dan dipastikan akan memimpin negeri adidaya itu empat tahun kedepan. Keunggulan ini menjatuhkan tahta Presiden Trump sebagai petahana yang hanya mendapatkan 232 suara elektoral.

[Gambas:Video ]

(dob/dob)