Nih ‘Powell Rangers’, Pernyataan The Fed Buat Pasar Semringah

Federal Reserve Chair Jerome Powell removes his glasses as he listens to a question during a news conference after the Federal Open Market Committee meeting, Wednesday, Dec. 11, 2019, in Washington. The Federal Reserve is leaving its benchmark interest rate alone and signaling that it expects to keep low rates unchanged through next year. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Jakarta, – Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) akhirnya merilis pernyataannya Rabu (17/3/2021). Ini mengenai perekonomian di 2021 sekaligus kebijakan mengenai suku bunga.

Dikutip dari Reuters, diakui The Fed ekonomi AS sedang menuju pertumbuhan terkuatnya dalam hampir 40 tahun. Namun pembuat kebijakan bank sentral berjanji untuk tetap bertahan pada kebijakan moneter longgar, yang memungkinkan suku bunga rendah dan aksi gelontoran likuiditas di pasar, berlanjut.

Baca:

Akhirnya, Aksi “Powell Rangers” Bakal Selamatkan Pasar

“Data yang kuat ada di depan kita,” kata Ketua Fed Jerome Powell setelah pertemuan kebijakan dua hari, FOMC.

“(Stimulus) akan keluar … kasus Covid-19 menurun. Vaksinasi bergerak cepat, ” kata Powell lagi.

Baca:

Geger Dunia Persilatan! Biden Sebut Putin ‘Pembunuh’

Bank sentral optimis PDB AS bisa mencapai 6,5% tahun ini. Itu berkat stimulus fiskal federal besar-besaran US$ 1,9 triliun yang digagas Presiden AS Joe Biden dan ditandatangani minggu lalu.

Sebelumnya akhir 2020, Kongres juga telah menyetujui bantuan senilai US$ 900 miliar. Banjir uang tunai ini diharap dapat menopang bisnis, meningkatkan perekrutan tenaga kerja dan mendorong pengeluaran.

Pertumbuhan yang cepat ini akan disertai kenaikan inflasi 2,4%. Namun pejabat The Fed, sebagian besar, tak berharap adanya kenaikan suku bunga acuan sampai 2023.

Meski Powell menilai ekonomi telah menghindari masa terburuknya, tetapi FOMC melihat pandemi masih menimbulkan risiko ke prospek ekonomi. The Fed masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2022 dan 2023 hanya 3,3% dan 2,2%.

Pengangguran memang agak membaik, turun menjadi 4,5% dari 6,2%. Namun belum ada signal angkanya kembali seperti sebelum pandemic menyerang.

Prediksi ini ditanggapi meriah oleh bursa. Saham AS mengakhiri hari lebih tinggi, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertinggi.

Imbal hasil Treasury AS di ujung kurva yang lebih panjang tetap tinggi. Sementara imbal hasil utang jangka pendek turun.

“Ada banyak kecemasan yang secara pasti meningkatkan imbal hasil obligasi sejauh ini, tetapi respons Fed yang sangat jinak untuk prospek ekonomi yang cukup kuat adalah kelegaan yang besar,” kata Anthony Denier, kepala eksekutif platform perdagangan Webull.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)