OMG! Baru 2021 Sudah Panas, China Warning Inggris

Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, – China dikabarkan mengecam keras rencana masuknya kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth, ke wilayah Laut China Selatan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China mengatakan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan karena langkah kerajaan tersebut di laut yang disengketakan itu.

Baca:

Bukan Gertak Sambal, 3 Emiten China Didepak dari Wall Street

Sebagaimana ditulis media Hong Kong South China Morning Post dan media Inggris The Express, China juga menyebut militerisasi di perairan tersebut terjadi karena Barat yang mengirimkan kapal perang ke wilayah yang bahkan ribuan kilometer dari ‘rumah’.

“Pihak China percaya bahwa Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi lautan persaingan kekuatan besar yang didominasi oleh senjata dan kapal perang,” kata juru bicara kementerian pertahanan Tan Kefei saat konferensi pers pekan lalu dikutip Senin (4/1/2020).

Baca:

Maaf Minyak 2021, Prediksi OPEC Masih Suram

“Pembangunan dan pembangunan pertahanan China selalu menjadi tambahan kekuatan global untuk perdamaian. Kami berharap berbagai pihak dapat memperbaiki prasangka mereka dan memiliki pandangan rasional terhadap China dan perkembangan militernya.”

Kapal HMS Queen Elizabeth milik Inggris adalah kapal perang terbesar yang dibangun oleh Royal Navy. Pada 2017, kapal ini pernah ditugaskan untuk layanan dan diharapkan bisa dikerahkan ke Laut Cina Selatan untuk misi operasional pertamanya.

Pada Februari 2019, mantan menteri pertahanan Inggris Gavin Williamson mengonfirmasi misi operasional pertama kapal perang itu akan mencakup Laut China Selatan. Kapal induk Angkatan Laut, bersama dengan kelompok serangnya, juga diyakini akan bergabung dengan militer AS dan militer Jepang di dekat Kepulauan Ryukyu secepatnya di awal 2021.

Sebelumnya di Juli 2020, AS secara resmi menyangkal klaim China atas Laut China Selatan. Amerika juga mengkritik Beijing karena membangun fitur militer di kawasan itu dan sering mengirim kapal perang ke perairan untuk membantah klaim China.

Sebagaimana diketahui China mengklaim 80% laut kaya itu dengan ‘sembilan garis putus-putus’. Namun hal ini telah ditolak pengadilan internasional di 2016 karena tidak memiliki dasar hukum.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)