Pabrik Terpapar Covid-19, Saham Sampoerna Sudah Terjun 24%

Pabrik Terpapar Covid-19, Saham Sampoerna Sudah Terjun 24%

Jakarta, – Harga saham emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melemah hingga 24,05% secara tahun berjalan (year to date) atau sejak Januari hingga penutupan Kamis pekan lalu (30/4/2020) di level Rp 1.595/saham. Meski demikian, dalam sebulan terakhir harga saham HMSP mampu menguat 12,72%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan Kamis pekan lalu (30/4), saham HMSP ditutup naik 1,59% dalam sehari di level Rp 1.595/saham dengan nilai transaksi Rp 97,08 miliar dan volume perdagangan 61,12 juta saham.

Dengan demikian, dalam sebulan terakhir, saham HMSP menguat 12,72%. Investor asing masuk hanya Rp 6,33 miliar dalam periode sebulan, sementara year to date (ytd), asing melepas saham perusahaan rokok milik Philip Morris asal AS ini hingga mencapai Rp 668,81 miliar (net sell).




Pekan lalu, salah satu sentimen bagi Hanjaya Mandala Sampoerna adalah penutupan pabrik Rungkut 2, Surabaya, yang dilakukan sejak 27 April 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu dilakukan untuk melalukan pembersihan area pabrik setelah ada karyawan yang meninggal lantaran positif Covid-19.

Baca:

Siapa Calon Suksesor Warren Buffett di Berkshire Hathaway?

“Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut,” kata Elvira Lianita, Direktur HMSP, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (1/5/2020).

Lantas, amankah produk rokok HMSP?

Elvira menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jawa Timur.

“Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perseroan juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test Covid-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

Tak hanya mematuhi semua peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan, Sampoerna juga memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan.

Sebab itu, perseroan melakukan karantina produk selama 5 hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau 2 hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan Covid-19 yang disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO). Dua institusi ini menyatakan bahwa Covid-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.

Sebelumnya, akun Instagram @insidesampoerna, pada Minggu (3/4/2020), juga menegaskan bahwa perseroan telah memastikan kebersihan produk rokok yang mereka hasilkan dengan penggunaan masker dan hand sanitizer untuk karyawan dan pembatasan akses ke area produksi. Perseroan juga menerapkan physical distancing di seluruh area dan fasilitas produksi.

“Ini resmi dari akun social media Sampoerna @insidesampoerna,” kata Manager External Communicator Sampoerna Nazrya Octora melalui pesan singkat, dilansir detik.com.

Sampai dengan saat ini, data mencatat, total konfirmasi positif Covid-19 di klaster Sampoerna mencapai 66 orang.  
”Jadi kita update ya semalam ada tambahan 29 karyawan Sampoerna yang positif Covid-19. Hasilnya keluar semalam,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020), seperti dilansir detik.com.

Ia menjelaskan, kini ada total 66 karyawan Sampoerna yang positif Covid-19. Sebelumnya, dari hasil swab 91 karyawan Sampoerna, ada 34 yang positif, 12 negatif dan 46 belum keluar hasilnya. Sedangkan dua orang karyawan yang positif Covid-19 telah meninggal beberapa waktu lalu.

“Jadi tambahan 29 ini dari mereka yang menunggu hasil swab di Soetomo. Mereka saat ini ada di salah satu hotel, masih diobservasi di sana. Saat ini dari 64 karyawan positif, 25 sudah dipindah ke rumah sakit. Mereka semua ini harus dirujuk di rumah sakit. Koordinasi terus kita lakukan,” imbuhnya.

[Gambas:Video ]

Baca:

Obatnya Manjur Lawan Covid-19, Ini Surat Terbuka Bos Gilead

 

(tas/tas)