Pencinta Bitcoin Cs, Kabar Buruk Kripto Lagi dari Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping di acara Konferensi Dialog Peradaban Asia, Rabu (15/5/2019). (Foto: REUTERS/Thomas Peter)

Jakarta, – Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam. Mother of cryto, Bitcoin setidaknya turun hingga 8,5% lebih di satu level setelah pemerintah China menegaskan akan menindak penambang dan perdagangan mata uang kripto.

Hal ini akan dilakukan melalui regulasi yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Dewan Negara mengatakan sendiri hal ini, bahwa dibutuhkan regulasi yang lebih ketat untuk melindungi sistem keuangan.

Pilihan Redaksi
  • Elon Musk Beraksi Lagi, Mau Pompom Dogecoin ke US$1
  • Habis Crash, Harga Bitcoin Cs Hari Ini Naik Lagi!
  • Sedih! Dipompom Elon Musk ke US$1, Harga Dogecoin Anjlok

“Perlu untuk menindak penambangan Bitcoin dan perilaku perdagangan, dan dengan tegas mencegah transmisi risiko individu ke bidang sosial,” tulis pernyataan tersebut, dikutip dari International, Minggu (23/5/2021).

Kekhawatiran China terhadap aktivitas penambangan dan transaksi kripto lantaran kegiatan tersebut dinilai menjadi pusat sejumlah masalah. Penambangan Bitcoin dilakukan oleh komputer dengan penggunaan energi yang besar, yang kemungkinan mencemari lingkungan.

“Penting pula untuk menjaga kelancaran pasar saham, utang, dan valuta asing, menindak keras kegiatan sekuritas ilegal, dan menghukum berat kegiatan keuangan ilegal,” lanjut pernyataan tersebut.

Untuk diketahui, pernyataan resmi dari China ini menyusul langkah badan pemerintah yang telah telah melarang lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi mata uang kripto. Negara ini bahkan telah memperingatkan investor agar tidak melakukan perdagangan mata uang kripto yang dianggap pemerintah spekulatif.

Pengumuman resmi disampaikan bersama oleh tiga badan yakni Asosiasi Keuangan Internet Nasional China, Asosiasi Perbankan China, dan Asosiasi Pembayaran dan Kliring China. Di bawah aturan itu, lembaga keuangan termasuk bank dan saluran pembayaran online, tidak boleh menawarkan klien apapun terkait cryptocurrency.

Otoritas China menyebut, penggunaan uang kripto secara serius melanggar keamanan properti orang. Bahkan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan normal.

“Institusi tidak boleh menyediakan layanan tabungan, kepercayaan atau penjaminan cryptocurrency, atau mengeluarkan produk keuangan yang terkait dengan cryptocurrency,” tegas pernyataan itu.

Ini bukan hanya perhatian pertama dari pemerintah negara dunia terhadap aktivitas ini. Beberapa otoritas keuangan di dunia menaruh perhatian sebab transaksi kripto ini digunakan untuk aktivitas ilegal.

Pemerintah Amerika Serikat (AS), Kamis, berjanji untuk bersikap keras terhadap mereka yang menggunakan Bitcoin untuk melakukan aktivitas ilegal secara luas. Termasuk penggelapan pajak.

Departemen Keuangan AS menyebutkan akan meminta pelaporan mengenai adanya transfer kripto dengan nominal lebih dari US$ 10 ribu. Ini hal yang sama seperti layaknya transaksi uang tunai.

Bank sentral AS Federal Reserve juga mengatakan akan segera merilis makalah yang menguraikan penelitiannya sendiri ke dalam area mata uang digital bank sentral.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)