Rakyat RI Gratis Vaksin, Ini Deretan Saham Farmasi Paling OK!

Jokowi Tinjau Wisma Atlet Kemayoran Untuk Pasien Virus Corona. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (16/12/2020). Indeks saham acuan bursa domestik itu melompat 108 poin atau menguat 1,8% menjadi 6.118,4 setelah pada Selasa sempat melemah.

Data perdagangan menunjukkan ada 278 saham naik, 209 saham turun dan 146 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 22,26 triliun.

Penguatan IHSG ini membuat koreksi secara tahun berjalan (year to date) hanya minus 2,88%, sementara dalam 6 bulan terakhir IHSG melesat 24%.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian di tengah pandemi ini yakni farmasi.

 

Gerak 10 Saham Farmasi & Jasa Pendukung, Rabu (16/12)

1. Phapros (PEHA) +4,17% Rp 1.875, 6 bulan +85%

2. Kalbe Farma (KLBF) +4,04% Rp 1.545, 6 bulan +10

3. Indofarma (INAF) +2,61% Rp 4.330, 6 bulan +325%

4. Kimia Farma (KAEF) +2,54% Rp 4.440/saham, 6 bulan 272%

5. Merck (MERK) +1,86% Rp 3.290, 6 bulan 50%

6. Sido Muncul (SIDO) 0,65% Rp 775, 6 bulan 27%

7. Itama Ranoraya (IRRA) 0,33% Rp 1.540, 6 bulan 182%

8. Darya-Varia (DYVA) 0,00 Rp 2.500, 6 bulan +12%

9. Pyridam Farma (PYFA) 0,00, Rp 1.035, 6 bulan +83%

10. Soho Global (SOHO) -0,20% Rp 4.990, 3 bulan +41% (baru IPO)

Saham-saham farmasi khususnya duo BUMN, KAEF-INAF memang menjadi perhatian lantaran keduanya tergabung menjadi anak usaha Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero).

Tim Riset  Indonesia menilai, melesatnya kedua perusahaan farmasi tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah karena kedatangan vaksin Sinovac di Tanah Air.

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin yang diangkut menggunakan pesawat milik maskapai Garuda Indonesia, pesawat jenis Boeing 777-300ER tersebut sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu lalu (6/12/2020).

Namun Tim Riset menganggap bahwa kenaikan mayoritas saham-saham farmasi yang sudah melesat sejak vaksin Sinovac tiba di Indonesia pertama kali sudah tergolong tidak wajar.

Hal ini sempat tercermin dari langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sempat memberikan ‘tato’ UMA (Unusual Market Activity) kepada kedua saham ini yang menandakan adanya pergerakan pasar tidak wajar di saham-saham tersebut.

Satu sentimen terbaru bagi saham farmasi ialah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Presiden dalam keterangan pers via Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Baca:

Vaksin Gratis IHSG ‘Lompat Jauh’, Ini 10 Saham Primadonanya!

“Setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara, saya sampaikan vaksin Covid-19 ke masyarakat gratis,” ujarnya.

Selain Indonesia beberapa negara telah menggratiskan vaksin Covid-19 bagi warga negara di antaranya Singapura, Jepang, dan Prancis.

VP Samuel Sekuritas Indonesia, Muhamad Alfatih menyebutkan optimisme investor terhadap vaksin ini tidak hanya menggerakkan sektor farmasi tetap juga mendorong penguatan saham perbankan.

Alfatih menilai bahwa pelemahan IHSG yang sempat terjadi di Selasa (15/12), sebagai koreksi pasar yang wajar setelah IHSG mengalami penguatan yang cukup tajam dan di proyeksi IHSG dapat melanjutkan penguatan ke level 6.250.

Di sisi lain, Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma memproyeksi IHSG akan bullish sampai awal tahun 2021 ditopang optimisme pasar terhadap vaksin dan pemulihan ekonomi serta semakin besarnya kontribusi investor domestik. Ke depan IHSG bisa tembus 6.300 hingga akhir tahun.

Baca:

BRIS Bakal Rights Issue, Mau Gandeng Investor Strategis!

[Gambas:Video ]

(tas/tas)