Regulator Obat Eropa Soal Vaksin AstraZeneca: Aman dan Efektif!

Vaksin AstraZeneca. (AP/Christophe Ena)

Jakarta, РSetelah lebih dari selusin negara di Eropa menghentikan distribusi vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford karena adanya kekhawatiran pembekuan darah, European Medicines Agency (EMA), menyimpulkan vaksin tersebut aman.

“Panitia telah sampai pada kesimpulan ilmiah yang jelas: Ini adalah vaksin yang aman dan efektif. Manfaatnya dalam melindungi orang dari Covid-19 dengan risiko kematian dan rawat inap yang terkait lebih besar daripada kemungkinan resikonya,” kata Emer Cooke, direktur eksekutif EMA dalam konferensi pers pada Kamis (18/3/2021).

Dilansir dari Vox, EMA juga menyimpulkan vaksin tidak terkait dengan peningkatan risiko keseluruhan kejadian tromboemboli atau pembekuan darah.

Pedoman EMA menguatkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan pada Rabu (17/3/2021) bahwa “manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya”. WHO pun merekomendasikan agar vaksinasi dilanjutkan.

EMA dan WHO ‘dipaksa’ untuk mempertimbangkan vaksin AstraZeneca setelah muncul beberapa laporan di Eropa tentang efek samping yang parah, seperti perdarahan dan pembekuan darah atau trombosis pada pasien pasca vaksinasi.

Baca:

Ini 5 Dasar MUI Berikan Izin Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Namun beberapa organisasi kesehatan masyarakat nasional, termasuk yang berada di Jerman, Spanyol, dan Belanda, memutuskan untuk menghentikan distribusi sambil menunggu tinjauan lebih lanjut dari peristiwa pembekuan dan kemungkinan kaitannya dengan vaksin.

Beberapa negara membatasi pembatasan mereka pada batch vaksin tertentu. Prancis dan Italia mengatakan mereka akan memulai kembali imunisasi dengan vaksin AstraZeneca-Oxford setelah EMA menyelesaikan penilaiannya.

Eropa bukan satu-satunya tempat yang menghentikan vaksin itu. Afrika Selatan menghentikan distribusi vaksin AstraZeneca-Oxford pada Februari. Ini setelah pejabat kesehatan menemukan inokulasi tersebut menawarkan sedikit perlindungan terhadap virus SARS-CoV-2 varian B.1.351.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) sama sekali belum memberikan lampu hijau pada vaksin AstraZeneca-Oxford untuk didistribusikan, meskipun telah memperoleh jutaan dosis. Pemerintahan Biden masih menunggu otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin di AS dari Food and Drug Administration (FDA) yang dijadwalkan pada April mendatang.

[Gambas:Video ]

(miq/miq)