Rentan ‘Digoreng’, Saham BNBA dan TFAS Disuspensi Hari Ini!

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta,  Indonesia – Setelah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dan waran PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), Bursa Efek Indonesia (BEI) lagi-lagi mensuspensi dua saham lainnya mulai perdagangan Kamis ini (18/2/2021).

Kedua saham tersebut adalah PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) yang tengah menjadi sorotan investor, dan satu lagi perusahaan penyedia solusi SDM yakni PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS).

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BNBA, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BNBA, pada perdagangan 18 Februari 2021,” tulis BEI, dikutip Kamis ini (18/2).

Baca:

Saham Bank Mini Naik Tinggi, Awas Tipuan Bandar!

Alasan yang sama juga berlaku untuk saham TFAS. Ada periode suspensi berlaku sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.

“Penghentian sementara perdagangan saham BNBA dan TFAS tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di kedua saham itu,” tulis BEI.

BEI meminta para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan terkait.

Pada Rabu kemarin (17/2), saham BNBA terlebih dahulu masuk radar pengawasan BEI seiring dengan terjadinya peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Mengacu data BEI, pada perdagangan Rabu kemarin, saham BNBA ditutup melesat 24,6% di level Rp 1.165/saham atau menyentuh auto reject atas (ARA) 25% dalam sehari untuk rentang harga Rp 200-Rp 5.000/saham.

Baca:

Harum Energy Targetkan Kontribusi Nikel Capai 80% di 2026

Dalam sepekan terakhir saham BNBA meroket 141%, sebulan 149%, dan year to date juga terbang 271%. Sementara saham TFAS ditutup naik 9,57% di level Rp 515/saham, dengan kenaikan sepekan 33% dan year to date 239%.

Adapun sebelumnya, kabar pasar menyebutkan bahwa Sea Group, induk perusahaan e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura, diisukan tertarik mencaplok Bank Bumi Arta dan PT Bank Capital Tbk (BACA) untuk ekspansi ke bisnis bank digital.

Sontak kabar ini telah membuat saham BNBA melesat terus. Namun manajemen BNBA menegaskan perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di bursa paling tidak dalam 3 bulan mendatang.

“Rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan adalah mempertimbkan setiap opsi yang tersedia dalam rangka meningkatkan kinerja,” kata Presiden Direktur BNBA Wikan Aryono, dalam surat jawaban ke BEI, Rabu (17/2).

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, manajemen BNBA menyebutkan saat ini tidak memiliki informasi mengenai kejadian penting yang berpengaruh pada harga saham perusahaan. Bahkan manajemen baru mendengar mengenai kabar yang terkait dengan perusahaan dari media massa.

Pembukaan suspensi

Pada Rabu kemarin, BEI juga melakukan suspensi perdagangan saham Bank Net Syariah (BANK) dan Waran Seri I (BANK-W) sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Data BEI mencatat, saham Bank Net Syariah sudah melesat nyaris 1.000% sejak IPO pada Senin (1/2/2021) atau tepatnya meroket 987% dari Rp 103/saham di harga perdana menjadi Rp 1.120/saham pada perdagangan sebelum disuspensi Rabu kemarin.

Selain itu, pada perdagangan Kamis ini, BEI membuka kembali perdagangan saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

BEI juga resmi akan membuka lagi perdagangan saham PT Global Teleshop Tbk. (GLOB) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai perdagangan sesi I Kamis ini.

Baca:

Meroket Nyaris 1.000% Sejak IPO, Saham Bank Ini Disuspen Lagi

[Gambas:Video ]

(tas/tas)