RI Sudah Punya Bekal untuk Menghindari Resesi, Lanjutkan!

Sales marketing menawarkan produk mobil di Tunas Daihatsu Tebet, Jakarta, Selasa (16/6). Pandemi corona membuat angka penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan drastis. Penjualan mobil bulan lalu anjlok hingga 95 persen bila periode yang sama tahun 2019.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh detikOto dari PT Astra International Tbk, pada bulan kelima tahun 2020, industri otomotif hanya mampu mengirim 3.551 unit mobil baru. Angka ini merosot 95 % dibanding bulan Mei 2019, di mana saat itu mencapai 84.109 unit. Angka ini merupakan penjualan berupa wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Seperti diketahui, banyak pabrik otomotif di Indonesia yang berhenti produksi sementara di tengah pandemi COVID-19. Wajar jika distribusinya pada Mei 2020 anjlok drastis. Adapun mengatasi penurunan banyak pabrikan otomotif  menawarkan paket penjualan khusus demi mendongkrak penjualan. Rendi selaku supervisor di Tunas Daihatsu Tebet mengatakan

Jakarta, – Aktivitas manufaktur Indonesia dalam tiga bulan terakhir membaik, setelah ambrol akibat terpaan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Bahkan dibandingkan dengan negara-negara tetangga, ternyata Indonesia sangat oke.

Aktivitas manufaktur dicerminkan oleh Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dibikin oleh IHS Markit. Pada Juli, IHS Markit mencatat PMI manufaktur Indonesia sebesar 46,9. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 39,1 dan menjadi yang tertinggi sejak Februari.

Baca:

Tanda Kebangkitan Manufaktur RI Kian Terasa, Semangat!

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik awal. Kalau masih di bawah 50, maka artinya industriawan belum melakukan ekspansi.

Namun, tanda-tanda kebangkitan industri manufaktur Indonesia terus menguat. PMI memang masih di bawah 50, tetapi terus naik dalam tiga bulan terakhir.

“Data PMI terbaru menunjukkan bahwa perlambatan sektor manufaktur terus berkurang. Ada harapan dampak terburuk dari pandemi virus corona adalah pada kuartal II-2020 yang sudah berlalu.

Output produksi, pemesanan, hingga penyerapan tenaga kerja mulai meningkat seiring relaksasi kebijakan penanggulangan virus corona. Dunia usaha juga optimistis terhadap prospek produksi ke depan,” papar Bernard Aw, Principal Economist di IHS Markit, seperti dikutip dari siaran tertulis.

PMI manufaktur Indonesia boleh membaik. Namun tentu harus melihat kinerja negara-negara tetangga. Apakah pemulihan Indonesia berada di jalur yang sama atau masih tertinggal?