Risiko Mencuat, Pefindo Pangkas Rating Tiphone dan Obligasinya

Risiko Mencuat, Pefindo Pangkas Rating Tiphone & Obligasinya

Jakarta, – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat beberapa obligasi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) seiring dengan mulai naiknya risiko atas pembiayaan ulang surat utang tersebut. Pefindo juga menurunkan peringkat perusahaan dengan memberikan Creditwatch dengan implikasi negatif.

Dalam pernyataan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/5/2020), ada empat obligasi yang diturunkan peringkatnya dari BBB+ menjadi BB+.

Pertama, Pefindo menurunkan rating Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Mobile Indonesia Tahun 2019 senilai maksimum Rp 1,447 triliun yang akan diterbitkan selama 2 tahun sejak mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Periode penerbitan Obligasi Berkelanjutan tersebut sejak 28 Januari 2019 hingga 28 Januari 2021. Peringkat itu diturunkan dari BBB+ manjadi BB+.




Pefindo menilai efek utang dengan peringkat idBB+ mengindikasikan parameter proteksi yang sedikit lemah dibandingkan efek utang Indonesia lainnya. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut mudah terpengaruh oleh memburuknya perkembangan perekonomian, bisnis, dan keuangan, yang akan dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk memenuhi komitmen keuangannya atas efek utang.

Baca:

Disokong Bohir Timur Tengah, McLaren Malah PHK 1.200 Staf

“Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan,” kata Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (27/5/2020).

Kedua, Pefindo menurunkan peringkat dari idBBB+ menjadi BB+ atas Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 PT Tiphone Mobile Indonesia senilai Rp 500 miliar untuk periode 13 Mei 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020.

Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 September 2019 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2018.

Ketiga, Pefindi menurunkan peringkat dari idBBB+ menjadi BB+ atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri C Tahun 2016 Tiphone Mobile Indonesia senilai Rp 110 miliar untuk periode 13 Mei 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020.

Keempat, Pefindo menurunkan peringkat dari idBBB+ menjadi BB+ atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Seri B Tahun 2017 Tiphone Mobile Indonesia senilai Rp 231 miliar untuk periode 13 Mei 2020 sampai dengan 22 Juni 2020.

Adapun untuk perusahaan, Pefindo memutuskan menurunkan peringkat Tiphone dari idBBB+ menjadi BB+ creditcwatch negatitive implication untuk periode 13 Mei 2020 sampai dengan 1 Januari 2021.

Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 September 2019 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2018.

“Obligor dengan peringkat idBB memiliki kemampuan yang sedikit lemah untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan obligor-obligor Indonesia lainnya. Obligor menghadapi ketidakpastian yang terus berlanjut atau terpengaruh oleh pemburukan bisnis, keuangan atau kondisi ekonomi yang dapat berakibat kepada ketidakmampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangannya,” kata Pefindo.

Pefindo menilai, penempatan Creditwatch dengan implikasi negatif tersebut untuk megantisipasi tingginya risiko refinancing terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2017 Seri B perusahaan sebesar Rp 231 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 22 Juni 2020.

“Creditwatch ini akan ditinjau kembali selambat-lambatnya dalam waktu 3 bulan sesuai dengan perkembangan kondisi perusahaan dan ketersediaan data serta informasi dari perusahaan,” tulis Pefindo.

[Gambas:Video ]

Baca:

Disuspensi OJK, Apa Saja Isi Reksa Dana Sinarmas Asset?

(tas/tas)