Rupiah Haus Darah! Mata Uang Asia-Eropa Sukses Dibuat Lemah

Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, – Kinerja rupiah pada pekan pertama 2021 lumayan oke. Rupiah tidak hanya perkasa di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga saat satu lawan satu dengan mata uang Asia dan Eropa.

Sepanjang pekan ini, mata uang Tanah Air menguat 0,43% terhadap dolar AS secara point-to-point di perdagangan pasar spot. Rupiah berhasil melengserkan dolar AS ke bawah Rp 14.000.

Baca:

Ombak Sedang Ramah, Rupiah Tinggalkan Level Psikologis 14.000

Tidak banyak mata uang utama Asia yang mampu menguat d hadapan greenback pekan ini. Selain rupiah, hanya yuan China dan dolar Taiwan yang mampu membukukan apresiasi secara mingguan.

Pencapaian rupiah cukup baik, karena menjadi mata uang terbaik kedua di Asia. Rupiah hanya kalah dari yuan.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning sepanjang pekan ini:

Belum cukup dengan mem-bully dolar AS, rupiah mencari korban lainnya yaitu mata uang Asia. Hanya yuan yang tidak bisa ditaklukkan oleh rupiah, sementara yen Jepang hingga peso Filipina seluruhnya berhasil dilibas. Bahkan apresiasi rupiah di hadapan beberapa mata uang Asia cukup signfikan, di atas 1%.

Berikut perkembangan kurs mata uang Benua Kuning di hadapan rupiah pada pekan ini:

Masih belum puas, rupiah yang haus darah coba menaklukkan Eropa. Hasilnya impresif, rupiah mampu menguat di hadapan tiga mata uang utama Benua Biru. Di hadapan poundsterling Inggris dan euro, lagi-lagi rupiah menguat di atas 1%.

Berikut perkembangan kurs mata uang utama Eropa terhadap rupiah pada pekan ini: