Rupiah Kok Kayaknya Mau Melemah Ya…

Uang Rupiah/CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat setelah penutupan perdagangan pasar spotkemarin dibandingkan hari ini, Kamis (26/11/2020), mengutip data Refinitiv:

Periode

Kurs 25November (15:04 WIB)

Kurs 26 November (07:09 WIB)

1 Pekan

Rp14.142,4

Rp 14.149,05

1 Bulan

Rp14.175,9

Rp 14.169

2 Bulan

Rp14.200,3

Rp 14.208,55

3 Bulan

Rp14.233,3

Rp 14.238,25

6 Bulan

Rp14.349,4

Rp 14.350,5

9 Bulan

Rp 14.480,9

Rp 14.484,05

1 Tahun

Rp 14.635,9

Rp 14.632,85

2 Tahun

Rp 15.403

Rp 15.385

 

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 25 November pukul 14:58 WIB:

Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.178

3 Bulan

Rp 14.240

Baca:

Wall Street Kurang Gairah, IHSG Bisa Ikut Merah?

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

Baca:

Dolar AS Terpuruk, Euro Dekati Lagi Level Tertinggi 2 Tahun

TIM RISET

(aji/aji)