Saat Axl Rose ‘Perang’ Lawan Menkeu AS, Gara-gara Apa?

Saat Axl Rose 'Perang' Lawan Menkeu AS, Gara-gara Apa?

Jakarta, – Apa jadinya jika musisi rock saling sindir dengan seorang pejabat negara? Hal itulah yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Pada Rabu malam waktu AS (6/5/2020), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin bertengkar dengan musisi rock dan vokalis band legendaris Guns N ‘Roses, yakni Axl Rose, di Twitter.

Tidak jelas apa yang mungkin memprovokasi cuitan pertama Rose di Twitter yang meremehkan Menteri Keuangan Mnuchin.

Baca:

China Vs AS Bikin Stres! Ribut Terus, ‘Perang’ Terus….




Saat itu, Rose mencuit, “ini resmi! Apa pun yang pernah dipikirkan orang sebelumnya tentang Steve Mnuchin, ia adalah ‘a___hole‘ resmi.”

[Gambas:Twitter]

Mnuchin, yang memang punya wewenang mengawasi penerbitan surat utang AS (US Treasury) dan mengelola kebijakan fiskal AS, langsung menyindir vokalis GNR bernama asli William Bruce Bailey itu, “apa yang telah Anda lakukan untuk negara belakangan ini?”

[Gambas:Twitter]

Mnuchin, yang merupakan salah satu penasihat utama Presiden AS Donald Trump tampaknya tak terima dengan penghinaan Rose. Vokalis GNR kelahiran 6 Februari 1962 pun membalas Mnuchin.

“Sayangnya saya tidak mengerti, kita berharap meniru model ekonomi Liberia tetapi faktanya tidak seperti admin ini [Munchin], saya tidak bertanggung jawab atas 70.000 lebih [angka] kematian [karena Covid-19 di AS] dan tidak seperti kamu. Saya tidak memegang posisi tanggung jawab pemerintah kepada rakyat Amerika dan pergi ke TV memberitahu mereka untuk bepergian ke AS selama pandemi.”

 

[Gambas:Twitter]

Departemen Keuangan AS memang melakukan berbagai upaya, termasuk menyuntikkan stimulus besar-besaran, untuk membantu ekonominya bangkit dari ‘serangan’ virus corona.

Guna menutupi beban stimulus yang begitu besar, Departemen Keuangan dalam pernyataan resminya menyatakan akan meminjam dana lagi senilai hampir US$ 3 triliun atau setara Rp 46.000 triliun (asumsi kurs Rp 15.500/US$)) pada kuartal ini.

Nilai tepatnya pinjaman yang memecahkan rekor itu adalah US$ 2,999 triliun, kata lembaga itu, Senin (4/5/2020). Hanya saja tidak dijelaskan skemanya apakah semuanya melalui penerbitan surat utang (US Treasury).

[Gambas:Video ]

 

Baca:

Semua Mata hingga Semua Market Tertuju pada China (Lagi)

(tas)