Sayonara Corona! RI Sudah Amankan 213 Juta Vaksin Covid-19

A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, – Harapan Indonesia akan segera mengakhiri pandemi virus corona Covid-19 dan hidup kembali normal masih ada. Pasalnya pemerintah sudah mengamankan 213,1 dosis jutaan vaksin Covid-19 dari para produsen vaksin.

Pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir berhasil mengamankan pengadaan vaksin dari tiga produsen vaksin.

Pilihan Redaksi
  • Satgas Vaksin: Kita Tak akan Hidup Normal Sebelum Akhir 2021
  • Herd Immunity Disebut Ampuh Lawan Corona, ini Kata Bos WHO
  • Bill Gates Vs Penganut Teori Konspirasi & Anti Vaksin

Dari tiga produsen vaksin China, Indonesia sudah mendapatkan komitmen 18,1 juta dosis vaksin tahun ini. Rinciannya: Cansino 100 ribu dosis vaksin (single dose), G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) dan Sinovac 3 juta dosis vaksin. Sinovac juga menyanggupi pengiriman 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kamis (15/10/2020).

Untuk tahun depan sudah diamankan 195 juta dosis vaksin, Sinopharm 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Dari kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir ke Inggris, Indonesia juga berhasil mengamankan 100 juta dosis vaksin dari AstraZeneca. Vaksin akan datang pada semester I-2021 secara bertahap.

“Kita melakukan pertemuan dengan AstraZeneca dan berjalan dengan baik. Indonesia sampaikan permintaan 100 juta dosis vaksin untuk 2021 dan AstraZeneca menyambut baik permintaan tersebut,” ungkap Retno Marsudi.

Bila ditotal maka Indonesia sudah mengamankan 213,1 juta dosis vaksin. Pemerintah sendiri menargetkan untuk mengamankan 350 juta dosis vaksin untuk disuntikkan kepada 170 juta penduduk Indonesia. Pemerintah sedang mengusahakan sisanya.

Caranya dengan menjajaki kerja sama dengan produsen vaksin lainnya atau dengan memproduksi vaksin sendiri yang diberi nama vaksin Merah Putih. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan Indonesia akan mulai vaksinasi pada November 2020.

NEXT: Perkembangan Vaksin Merah Putih