Sedih, Harga Minyak Turun Gara-gara Khawatir Tak Laku

FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Jakarta, – Harga minyak dunia bergerak turun sepanjang pekan ini. Koreksi harga brent jauh lebih dalam ketimbang light sweet.

Minggu ini, harga minyak jenis light sweet turun 0,22% secara point-to-point. Sementara yang jenis brent ambles 1,13%.

Baca:

Covid-19 Mengganas di Eropa Bikin Harga Minyak Dunia Ambles

Harga si emas hitam terpangkas akibat kekhawatiran akan kelebihan pasokan (over-supply). Dalam dokumen OPEC+ yang didapatkan oleh Reuters, terlihat bahwa krisis akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) masih akan menjadi risiko utama.

“Tanda-tanda pemulihan ekonomi di beberapa negara dibayangi oleh kerentanan dan pesimisme akan secepat apa kebangkitan akan terjadi. Kasus corona yang kembali melonjak dan risiko karantina wilayah (lockdown) akan menurunkan prospek perekonomian dan permintaan minyak,” sebut dokumen itu.

Dokumen tersebut memperkirakan selisih antara pasokan dengan permintaan pada 2021 memang masih negatif 1,9 juta barel/hari. Artinya tidak terjadi over-supply.

Namun skenario terburuknya, jika pemulihan ekonomi tidak secepat yang diperkirakan atau malah memburuk, maka pasokan akan melebihi permintaan sebanyak 200.000/hari. Jika ini yang terjadi, maka harga minyak bisa turun lagi.

“Realitas yang terjadi sekarang adalah penyebaran kasus corona di Eropa dan Amerika Utara. Ini tentu akan menjadi beban untuk peningkatan permintaan minyak,” kata Lachlan Shaw, Head of Commodity Research di National Bank of Australia, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET  INDONESIA

(aji/aji)