Semesta Mendukung, Harga Emas Diizinkan Cetak Rekor Baru Lagi

Semesta Mendukung, Harga Emas Diizinkan Cetak Rekor Baru Lagi

Jakarta,  Indonesia – Sepakan ini harga logam mulia emas mencatatkan quat-trick alias reli 4 hari perdagangan berturut-turut. Adanya kekhawatiran munculnya gelombang kedua wabah disertai dengan tingginya tensi Washington-Beijing jadi sentimen utama yang mengerek harga bullion naik pekan ini.

Jumat (15/5/2020), untuk 1 troy ons emas di pasar spot dibanderol US$ 1.741. Harga emas naik 0,68% dibanding posisi penutupan sebelumnya dan menguat 2,4% dalam sepekan (week on week/wow). Penguatan harga emas kembali mengantarkan logam mulia ini ke level tertingginya sejak November 2012. 




Awal pekan, beberapa negara yang sudah mulai melonggarkan lockdown dan pembatasan seperti AS, Jepang, Korea Selatan dan China melaporkan terjadinya lonjakan kasus baru infeksi Covid-19.

Kembali munculnya kasus baru membuat semua orang was-was jika gelombang kedua datang. Apabila gelombang kedua benar-benar datang dan pembatasan mulai digalakkan lagi, maka ekonomi pun akan makin luluh lantak. 

Tak hanya potensi munculnya second wave outbreak saja yang membuat harga emas naik. Jerome Powell selaku gubernur bank sentral AS yakni The Fed memberikan paparannya secara virtual di depan kongres. Dalam paparannya tersebut ekonomi AS diperkirakan pulih lebih lambat. 

Pelaku pasar melihat potensi bahwa The Fed akan menyeret suku bunga acuan ke teritori negatif. Namun hal tersebut langsung ditepis Powell. The Fed akan terus menggunakan berbagai cara untuk menyelamatkan perekonomian. Namun. bukan suku bunga negatif.

The Fed masih akan terus memompa uang ke perekonomian melalui mekanisme pelonggaran kuantitatif. The Fed akan membeli berbagai surat utang pemerintah hingga obligasi korporasi untuk terus menekan yield. 

Tak hanya bank sentral AS saja yang menembakkan pelurunya. Trump juga dikabarkan tengah membahas stimulus fiskal tambahan guna menyelamatkan ekonomi AS yang sudah goyah akibat wabah. 

Dengan adanya banjir stimulus ini emas cenderung mendapat untung karena dinilai sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi maupun depresiasi dari nilai tukar. 

Sentimen lain yang juga turut mendorong harga emas untuk terbang adalah ketegangan antara AS dan China yang kembali muncul. Trump sungguh gusar dan memilih untuk menyalahkan China dibalik merebaknya pandemi Covid-19 di lebih dari 200 negara.

“Kami punya banyak informasi, dan itu tidak bagus. Apakah (virus corona) datang dari laboratorium atau dari kelelawar, pokoknya berasal dari China. Mereka semestinya bisa menghentikan itu dari sumbernya,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network, seperti dikutip dari Reuters.

Baca:

Tertarik Investasi Obligasi? Ini Tips dari Sandiaga Uno

Trump tak segan-segan mengatakan kekecewaannya terhadap China di depan publik. Tak tanggung-tanggung Trump juga memberikan ultimatum kepada China bahwa dirinya akan memutus hubungan degan Negeri Tirai Bambu.

Trump kini tak lagi fokus dengan perjanjian dagang fase kedua. Apa yang jadi salah satu fokus Trump adalah menyiapkan hukuman lain untuk China. Saking geramnya Presiden AS ke-45 itu bahkan beredar kabar AS tengah mempersiapkan sebuah Undang Undang yang bertujuan untuk menjegal China.

China harus bertanggungjawab atas semua kekacauan yang terjadi hari ini. Seorang anggota Senat AS mengungkapkan, pemerintah sedang mematangkan Rancangan Undang-undang Pertanggungjawaban Covid-19 (Covid-19 Accountability Act).

Dalam UU tersebut, China disebut harus bertanggung jawab penuh dan siap menjalani penyelidikan yang dipimpin oleh AS, sekutunya, dan WHO. China juga bisa didesak untuk menutup pasar tradisional yang menyebabkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia menjadi sangat tinggi.

UU itu juga mengatur sanksi bagi China. Misalnya pembekuan aset warga negara dan perusahaan China di AS, larangan masuk dan pencabutan visa, larangan individu dan perusahaan China untuk mendapatkan kredit, sampai melarang perusahaan China untuk mencatatkan saham di bursa AS.

“Saya sangat kecewa terhadap China, mereka seharusnya tidak pernah membiarkan ini terjadi. Kami sudah membuat kesepakatan (dagang) yang luar biasa, tetapi sekarang rasanya sudah berbeda. Tinta belum kering, dan wabah ini datang. Rasanya tidak lagi sama,” keluh Trump.

Baca:

Per 12 Mei, Restrukturisasi Nasabah Leasing Capai Rp 44,6 T

Kembali retaknya hubungan AS-China semakin membuat prospek ekonomi global makin suram. Emas sebagai aset minim risiko (safe haven) justru mendapat berkah. Ketika kondisi ekonomi global dibayangi ketidakpastian, investor cenderung ogah mengambil risiko lebih dan beralih ke aset-aset yang minim risiko. Permintaan naik harga pun ikut terkerek.

“Orang-orang enggan mengambil risiko dan masa depan tampaknya tidak pasti … Emas memberi Anda rasa perlindungan untuk saat ini karena kita akan memasuki periode ini [krisis akibat Covid-19],” kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, mengutip Reuters.

Sementara dari dalam negeri, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk untuk kepingan 100 gram dibanderol di Rp 868.000/gram pada Jumat kemarin (15/5). Harga cenderung flat untuk logam mulia Antam dalam sepekan terakhir.

TIM RISET  INDONESIA

[Gambas:Video ]

(twg/twg)