Siap Ngacir! Ini Dia 10 Saham yang Diborong Asing Sepekan

Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir bulan Juli, hari Kamis lalu (30/7/20) ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,75% di level 5.149,62. Dengan demikian, sepanjang pekan menguat 3,68%.

Data perdagangan BEI mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 103 miliar di pasar reguler pada Kamis lalu dengan nilai transaksi menyentuh Rp 9,4 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing pada Kamis itu adalah PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan jual bersih sebesar Rp 48 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 60 miliar.

Sementara itu saham paling banyak dikoleksi asing adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan beli bersih Rp 104 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 160 miliar.

Baca:

Perusahaan Hary Tanoe Digugat Pailit oleh Perusahaan Korea

Dalam sepekan, asing mencatatkan memang masih mencatatkan jual bersih (net sell) hingga Rp 1,86 triliun di semua pasar (reguler sebesar Rp 1,42 triliun).

Namun kendati asing masih keluar, masih ada sekitar 10 saham yang mencatatkan beli bersih (net buy) di semua pasar.

10 Saham Koleksi Asing (Net Buy) Sepekan (27-30 Juni)

1. Unilever (UNVR) Rp 235,16 miliar, saham naik 4,35% Rp 8.400

2. MNC Vision Networks (IPTV) Rp 112 miliar, saham turun 6,29% Rp 328

3. Charoen Pokphand (CPIN) Rp 93,05 miliar, naik 2,05% Rp 6.225

4. Bank BRI (BBRI) Rp 40,12 miliar, saham naik 0,64% Rp 3.160

5. MNC Land (KPIG) Rp 34,01 miliar, saham turun 0,93% Rp 107

6. Indofood Sukses (INDF) Rp 32,56 miliar, saham turun 4,09% Rp 6.450

7. Bank Mandiri (BMRI) Rp 27,64 miliar, saham turun 1,75% Rp 5.800

8. Adaro (ADRO) Rp 14,25 miliar, saham turun 3,98% Rp 1.085

9. Bukit Asam (PTBA) Rp 12,67 miliar, saham turun 3,79% Rp 2.030

10. M Cash (MCAS) Rp 6,87 miliar, saham turun 0,93% Rp 2.130

5 Saham Koleksi Asing Sebulan, Juli 2020

1. BCA (BBCA) Rp 990,34 miliar, saham naik 6,30% Rp 31.200

2. Astra (ASII) Rp 528,55 miliar, saham naik 5,75% Rp 5.150

3. Bank Mandiri (BMRI) Rp 361,23 miliar, saham naik 16% Rp 5.800

4. Charoen Pokphand (CPIN) Rp 279,88 miliar, saham naik 9.69% Rp 6.225

5. Unilever (UNVR) Rp 244,46 miliar, saham naik 4,35% Rp 8.400

Baca:

Hantu Resesi Bergentayangan, Analis Rekomendasikan Saham Ini

Salah satu sentimen dari global ialah Amerika Serikat (AS) yang resmi mengalami resesi. Data yang dirilis Kamis (30/7/2020) menunjukkan produk domestik bruto (PDB) AS di kuartal II-2020 dilaporkan mengalami kontraksi 32,9% secara quarterly annualized atau kuartalan yang disetahunkan (dikali 4).

Tidak hanya resesi, perekonomian AS bisa dikatakan hancur lebur mengingat kontraksi di kuartal II tersebut merupakan yang paling parah sepanjang sejarah AS.

Di kuartal I-2020, perekonomiannya mengalami kontraksi 5% (quarterly annualized), sehingga sah mengalami resesi.

Bukan kali ini saja AS mengalami resesi, melansir Investopedia, AS sudah mengalami 33 kali resesi sejak tahun 1854. Sementara jika dilihat sejak tahun 1980, Negeri Paman Sam mengalami empat kali resesi, termasuk yang terjadi saat krisis finansial global 2008. Artinya, resesi kali ini akan menjadi yang ke-34 bagi AS.

Selain itu, para investor bersiap untuk risiko dalam pemilihan presiden AS yang akan dilaksanakan pada musim gugur mendatang, sebab ada kekhawatiran situasi politik yang buruk berdampak pada volatilitas pasar.

Mengutip Reuters, Jumat (31/7/2020) risiko utama adalah bahwa Presiden dari kubu Republik, Donald Trump sudah mempertanyakan legitimasi pemilihan, kata para analis. Penantangnya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, saat ini memiliki suara 9 persen di antara para pemilih menurut jajak pendapat Reuters.

“Ini akan menjadi lebih buruk, Saya memperkirakan akan banyak volatilitas … tapi itu terjadi sebentar, rentangnya sekitar dua minggu,” kata kepala obligasi global di Janus Henderson Investors, Nick Maroutsos.

Baca:

Transaksi Jumbo, Siemens akan Beli Perusahaan Medis Rp 258 T

[Gambas:Video ]

(tas)