Tolong Pak Mendag! 20 Lebih Pabrik Sepatu RI Bangkrut

In this Wednesday. Feb. 22, 2017 photo, seized counterfeit footwear, including copies of Adidas and Kanye West Yeezy Boost trainers, centre, are displayed to be photographed at UK Border Force offices in London.  In the past five years, the Border Force, the policing command under Britain’s Home Office charged with immigration and customs controls, has seized thousands of consignments at Heathrow alone, valued at around £100 million ($125 million).  (AP Photo/Matt Dunham)

Jakarta, – Nasib tak baik menyerang industri sepatu. Pasca merebaknya corona (Covid-19), banyak pabrikan tutup.

Dari Data Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), sebanyak 20 dari 120 produsen setop produksi. Sudah ada puluhan ribu pegawai yang terkena dampak.

Baca:

PHK Massal Pabrik Sepatu, Puluhan Pabrik Setop Produksi

“Ada yang betul-betul stop produksi sekitar 18%. Mereka sangat kesulitan akhirnya nggak kuat,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri pada , kemarin.

“Jauh ya, sekarang utilitas (tingkat pemanfaatan kapasitas produksi) 32%. Jadi yang masih jalan masih banyak tapi volume mengecil. Banyak yang lakukan 3 hari kerja, 2 hari libur, masih banyak seperti itu.”

Baca:

Help! Pabrik Sepatu RI Pembuat Nike Hingga Adidas Sepi Order

Ia pun mengatakan sejumlah regulasi yang ada tak mendukung pemulihan. Seperti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Metode Pengujian, Tata Cara Pendaftaran, Pengawasan, Penghentian Kegiatan Perdagangan dan Penarikan Barang Terkait dengan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L).

“Beredarnya produk ada izin edar. Kalau di Kemenkes ada BPOM, Kementerian Perindustrian ada SNI. Ini Kemendag keluarkan Permendag, ada syarat standar mutu lagi, sebenarnya itu duplikasi pengaturan, karena bicara standar mutu juga Ketika dilihat lebih dalam lagi sangat memberatkan.”

“Masalahnya peraturan-peraturan ini ada tumpang tindih dalam pengawasan, jadi sewaktu-waktu bisa aparat hukum, selama ini kita harap pembinaan,” katanya.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)