Top! Bahrain Negara ke-2 yang Restui Vaksin Covid-19 Pfizer

FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, – Bahrain mengumumkan pada Jumat (4/12/2020) telah memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech. Bahrain jadi negara kedua yang memberikan restu pada vaksin ini setelah Inggris.

“Persetujuan vaksin Pfizer/BioNTech akan menambah kemampuan kerajaa untuk melawan Covid-19.” ujar Mariam al-Jalahma, CEO National Health Regulatory Authority Bahrain, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/12/2020).

Pilihan Redaksi
  • Bendung Covid-19, Satgas: Indonesia Bisa Contoh Thailand
  • Vaksin Corona Ditemukan, WHO: Tak Berarti Nol Covid-19
  • Vaksin Covid-19 Ditemukan, Bos WHO: Pandemi Masih Lama

Meski sudah dapat izin darurat tidak diketahui kapan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech bernama BNT162b2 ini akan didistribusikan dan dijual di Bahrain.

“Otorisasi ini adalah tujuan yang telah kami upayakan sejak kami pertama kali menyatakan sains akan menang,” ujar Lindsey Dietschi, perwakilan Pfizer.

Pada November lalu, Bahrain telah merestui penyuntikan vaksin Covid-19 buatan SInopharm China kepada tenaga medis di garis depan melawan virus corona baru. Bahrain saat ini mencatatkan lebih dari 87.000 kasus Covid-19 di mana 341 orang meninggal.

Pada Rabu (2/12/2020) Inggris menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech. Vaksin ini akan dijual kepada masyarakat Inggris pada pekan depan. Inggris sendiri telah memesan 20 juta dosis vaksin Pfizer.

Berdasarkan data WHO, sekitar 51 vaksin Covid-19 sedang diuji ke manusia di mana 13 di antaranya sedang dalam fase uji klinis tahap akhir. Sebanyak 163 vaksin lainnya sedang dikembangkan di laboratorium.

[Gambas:Video ]

(roy/roy)