Trump Kalah! Pekan Lalu, Asing Borong 10 Saham Blue Chip Ini

People gather in Black Lives Matter Plaza to celebrate President-elect Joe Biden's win over President Donald Trump to become the 46th president of the United States, Saturday, Nov. 7, 2020, in Washington. His victory came after more than three days of uncertainty as election officials sorted through a surge of mail-in votes that delayed the processing of some ballots. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Jakarta, – Sentimen kemenangan awal pasangan calon presiden-wakil presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden-Kamala Harris atas petahana Donald Trump-Mike Pence pada pekan lalu membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semarak.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia, dalam sepekan terakhir (2-6 November), IHSG melesat 4,05% dan sebulan terakhir perdagangan naik 6,73%.

Baca:

5 Fakta Kemenangan Biden, ‘Bohir’ hingga Minyak & Batu Bara

Pada Jumat lalu, IHSG ditutup naik 1,43% di posisi 5.335,53 seiring dengan kenaikan bursa Asia di antaranya Hang Seng naik 0,07% dan Nikkei naik 0,91%, sementara indeks Shanghai turun 0,24%.

“Dengan gelombang biru [kemenangan Partai Demokrat] kita akan mulai melihat kepercayaan global mulai terbangun. Kebijakan AS akan menjadi lebih dapat diprediksi dan rasional,” kata Gary Greenberg, Kepala Emerging Markets di Federated Hermes, dikutip Reuters, Senin (9/11/2020).

Baca:

Siapkan Rp 675 M, Emiten Hary Tanoe Baru Buyback Rp 103 M

Pada Jumat lalu, asing memang masuk mencapai Rp 894,96 miliar dalam sehari di pasar reguler, dengan catatan net buy dalam sepekan Rp 869,82 miliar di pasar reguler.

Adapun dalam sebulan terakhir masih terjadi jual bersih (net sell) Rp 1,09 triliun dan secara tahun berjalan atau year to date, asing masih keluar Rp 61,81 triliun.

Mengacu data BEI, sepanjang pekan lalu, setidaknya terdapat 10 saham dengan catatan beli bersih alias net buy terbesar.

10 Saham Top Foreign Buy Sepekan (2-6 November)

1. Bank Central Asia (BBCA), net buy Rp 1,2 triliun, saham naik 8,81% di Rp 31.500

2. Bank BRI (BBRI), Rp 441 miliar, saham naik 5,95% Rp 3.560

3. Astra International (ASII), Rp 243 miliar, saham melesat 7,37% Rp 5.825

4. Merdeka Copper Gold (MDKA), Rp 132,2 miliar, saham naik 5,74% Rp 1.935

5. Unilever Indonesia (UNVR), Rp 117,2 miliar, saham naik 3,19% Rp 8.075

6. Nippon Indosari (ROTI), Rp 93 miliar, saham naik 4,84% Rp 1.300

7. Indah Kiat Paper (INKP), Rp 35 miliar, saham terbang 6,30% Rp 9.700

8. Adaro Energy (ADRO), Rp 27 miliar, saham naik 1,33% Rp 1.140

9. Indocement Tunggal (INTP), Rp 25,2 miliar, saham melesat 7,16% Rp 13.100

10. Semen Indonesia (SMGR), Rp 22,1 miliar, saham menguat 8,09% Rp 10.350.

Adapun untuk perdagangan pekan ini, pasar saham dunia termasuk Indonesia di awal pekan, Senin ini (9/11/2020), diprediksi menguat menyambut kemenangan Joe Biden sebagai Presiden ke-46 AS setelah mengalahkan petahana Donald Trump dari Partai Republik.

Meski demikian, analis memandang IHSG sesudah itu sangat rawan mengalami aksi ambil keuntungan alias profit taking dari para investor akibat kenaikan yang cukup besar pada pekan lalu.

Baca:

Beli Saham Ini Jual Modal Vario, Seminggu Jadi Honda CBR!

Selain itu potensi sengketa politik di AS membawa peluang pelaku pasar melakukan aksi ambil untung.

“Resistance [batas tahanan atas] IHSG di level 5.381 sampai 5.500 dan support [tahanan bawah] di level 5.246 sampai 5.161,” kata Hans Kwee, Direktur PT Investa Saran Mandiri, dalam risetnya, dikutip Senin (9/11).

Minggu kemarin, Joe Biden bersama pasangannya Kamala Harris akhirnya memenangi Pilpres AS mengalahkan Trump-Pence setelah meraih sebanyak 290 electoral votes.

Berdasarkan data AP pada Minggu pagi (8/11/2020) waktu Indonesia, Biden meraih 290 electoral votes, sementara petahana Trump hanya 214 suara elektoral. Jumlah itu melampaui ambang batas 270 electoral votes dari total 538 electoral votes untuk bisa memenangkan Pilpres AS.

Baca:

Sentimen Pasar Pekan Depan, Biden Effect Bakal Tahan Lama?

[Gambas:Video ]

(tas/tas)