Trump Klaim Dirinya Kebal Corona, Faktanya?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak memakai masker saat berada di Gedung Putih. (AP/Alex Brandon)

Jakarta, – Media sosial (Medsos) Twitter kembali menandai cuitan Donald Trump sebagai misinformasi setelah Presiden AS ini menyatakan dirinya kebal virus corona usia dokter kepresidenan mengizinkannya melanjutkan kampanye Pilpres.

“Tanda tangan total dan lengkap dari Dokter Gedung Putih kemarin. Itu artinya saya bisa kebal, dan tidak bisa memberikannya. Senang mengetahuinya!!!” Tulis Trump di Twitter hari Minggu, (11/10/2020).

Pilihan Redaksi
  • Misteri Trump Positif Corona Terungkap, Ini Sebabnya!
  • Ini Kabar Terbaru Tes Vaksin Covid-19 Sinovac dari Bandung
  • Vaksin BCG Ampuh Lawan Corona?

Dia juga mengklaim memiliki kekebalan atas Covid-19 dalam sebuah wawancara di Fox News, di mana dia mengatakan dia yakin dia akan kebal untuk “mungkin untuk waktu yang lama, mungkin waktu yang singkat, bisa seumur hidup.”

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), tidak ada bukti bahwa pasien yang pernah sembuh dari Covid-19 kebal terhadap virus ini. Lembaga ini juga mengingatkan agar masyarakat tidak berasumsi bahwa mereka kebal corona.

“Kami menempatkan pemberitahuan kepentingan publik pada Tweet [Presiden Trump] karena melanggar Kebijakan Informasi Menyesatkan Covid-19 kami dengan membuat klaim kesehatan yang menyesatkan tentang Covid-19,” kata juru bicara Twitter, seperti dikutip dari CNN International, Senin (12/10/2020).

“Sebagaimana standar dengan pemberitahuan kepentingan publik ini, keterlibatan dengan Tweet akan sangat dibatasi.”

Trump memposting pesan yang sama di akun Facebook-nya, tetapi platform medsos tersebut belum menambahkan label peringatan meskipun faktanya itu melanggar aturannya.

Postingan tersebut telah dibuka selama empat jam dan dibagikan lebih dari 24.000 kali di Facebook. CNN International telah menghubungi Facebook untuk memintai komentar.

Pekan lalu, Facebook menghapus sebuah postingan dari akun Trump setelah dia mengklaim flu lebih mematikan daripada Covid-19. Pernyataan ini tak sesuai fakta yang ada.

[Gambas:Video ]

(roy/sef)