Trump Sabotase Biden? Tak Ada Happy Weekend di Wall Street

People walk by a Wall Street sign close to the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 2, 2018. REUTERS/Shannon Stapleton

Jakarta, – Bursa saham Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (20/11/2020).

Meningkatnya kasus corona di AS dan langkah mengejutkan pemerintah Presiden Donald Trump mengakhiri sejumlah program pinjaman darurat membawa sentimen negatif ke pasar.

Baca:

Kemenkeu AS & The Fed Tak Kompak, Wall Street Dibuka Melemah

Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir turun 0,8% pada 29.263,48. Sedangkan S&P 500 berbasis luas turun 0,7% ke 3.557,54 dan Nasdaq turun 0,4% menjadi 11.854,97.

Meski sejumlah perusahaan vaksin mengumumkan tengah mengajukan izin darurat, angka kasus corona di AS per hari kini mencapai 167.400 kasus. Sejumlah negara bagian memberlakukan pembatasan ketat untuk memperlambat wabah.

Baca:

Bursa Asia Mayoritas Ditutup Hijau, Nikkei & IHSG Terkapar

Di saat yang sama Menteri Keuangan AS Steven Munuchin mengumumkan penghentian program The Fed untuk mendukung pasar kredit perusahaan, pinjaman kota dan UKM. Mnuchin mengatakan ini membantu sistem keuangan AS mengatasi guncangan pandemi.

Namun The Fed menilai langkah yang jarang terjadi itu bersifat politis. Untuk menyabotase pemerintahan Joe Biden.

“Fasilitas pinjaman darurat memang baru sedikit digunakan, tetapi keberadaan mereka telah menjadi kunci dalam memastikan perlindungan yang kredibel terhadap tekanan pasar keuangan,” kata Oxford Economics dalam sebuah catatan dikutip dari AFP.

“Dengan krisis Covid-19 yang memburuk dan aktivitas melambat tanpa adanya bantuan fiskal, keputusan untuk membatasi daya tembak The Fed dapat mengganggu pasar dan memperburuk tekanan ekonomi.”

[Gambas:Video ]

(sef/sef)