Trump Tak Bisa Punya Akun Facebook dan Instagram Hingga 2023

Jakarta, – Facebook mengumumkan bahwa perusahaan Kemungkinan dapat mengizinkan akun Facebook dan Instagram mantan Presiden AS Donald Trump diaktifkan kembali pada Januari 2023.

Pada saat itu, perusahaan media sosial ini akan mengevaluasi kembali apakah risiko terhadap keselamatan publik mengizinkan Trump kembali ke layanan.

“Kami akan mengevaluasi faktor eksternal, termasuk kekerasan, pembatasan pertemuan damai dan penanda kerusuhan sipil lainnya,” kata Facebook seperti dikutip dari International, Sabtu (5/6/2021).

“Jika kami menemukan bahwa masih ada risiko serius terhadap keselamatan publik, kami akan memperpanjang pembatasan untuk jangka waktu tertentu dan terus mengevaluasi kembali hingga risiko itu surut.”

Pilihan Redaksi
  • Ikuti Apple, Google Persulit Pengiklan Lacak Pengguna Android
  • UC Browser Alibaba Dituding Kumpulkan Data Pengguna Diam-diam
  • Tiba-Tiba Honda Recall Puluhan Ribu Mobil, Brio-Jazz Kena!

Jika Trump diizinkan kembali ke layanan, akan ada serangkaian sanksi berat jika Trump melanggar aturan moderasi konten. Penangguhan dua tahun ini akan mencegah Trump menggunakan Facebook atau Instagram hingga setelah pemilihan paruh waktu AS 2022.

Facebook menangguhkan akun Trump setelah muncul aksi kekerasan menolak hasil pemilu pada 6 Januari di Capitol AS. Keputusan itu adalah tindakan paling agresif Facebook terhadap Trump selama menjabat sebagai presiden.

Trump dianggap memprovokasi terjadinya kejadian tersebut melalui akun media sosial pribadinya dengan menyebut pemilu 2020 yang dimenangi Joe Biden adalah curang. Namun Trump tidak pernah membuktikan adanya kecurangan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Trump mengkritik keputusan Facebook, menyebutnya sebagai penghinaan terhadap pemilihnya dan tetap mengklaim pemilu 2020 dicurangi.

“Mereka seharusnya tidak dibiarkan lolos dari penyensoran dan pembungkaman ini, dan pada akhirnya, kami akan menang,” kata Trump dalam pernyataannya. “Negara kita tidak dapat menerima pelecehan ini lagi!”

[Gambas:Video ]

(roy/roy)