Untung Gede! 10 Saham Ini Meroket Kala IHSG Nyungsep

foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles 2,31% di level 6.023,29 pada perdagangan Selasa kemarin (22/12/2020). Kendati sebelumnya indeks acuan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat hijau di posisi 6.1754 pada sesi awal perdagangan.

IHSG merah bersama dengan indeks utama di bursa Asia lainnya, Nikkei 225 ambruk 1,04%, Shanghai minus 1,86%, Hang Seng turun 0,71%, dan STI Singapura koreksi 0,67%.

Data perdagangan BEI mencatat, ada 123 saham naik, 397 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 20,82 triliun, dengan volume perdagangan 28,11 miliar saham dan frekuensi perdagangan 1,69 juta kali transaksi.

Baca:

Jokowi Reshuffle Para Menteri, Dapat Jempol dari Pengusaha!

Asing melakukan jual bersih (net sell) Rp 694,42 miliar di pasar reguler, sementara di pasar nego dan tunai ada beli bersih (net buy) asing sebesar Rp 347,99 miliar.

Paling banyak asing melepas saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) mencapai Rp 146,4 miliar. Asing juga melepas saham PT Indofood CBP sukses Makmur Tbk. (ICBP) Rp 62,1 miliar dan induk ICBP, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan net sell Rp 58,3 miliar.

Sementara untuk beli bersih, asing borong saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 164,6 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 60,3 miliar.

Tim Riset menilai, koreksi IHSG kemarin masih diwarnai sentimen luar negeri berkaitan dengan varian baru virus corona di Inggris.

Sentimen positif perombakan Kabinet Indonesia Maju yang dinantikan pasar, baru diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 30 menit setelah pasar saham dan keuangan tutup di mana ada 6 menteri diganti.

Berikut 10 besar top gainers di BEI pada perdagangan Selasa (22/12/2020).

10 Top Gainers, Selasa (22/12)

1. Bank Permata (BNLI), saham +18,52% di level Rp 3.200, transaksi Rp 67,3 miliar

2. Bumi Citra Permai (BCIP), +15,69% Rp 88, transaksi Rp 10,1 miliar

3. Bank Maybank (BNII +14,86% Rp 340, transaksi Rp 75,8 miliar

4. Digital Mediatama (DMMX) +13,71% Rp 224, transaksi Rp 8,3 miliar

5. Nusantara Infrastructure (META) +13% Rp 226, transaksi Rp 87,9 miliar

6. Acset Indonusa (ACST) +10,66% Rp 436. transaksi Rp 279,5 miliar

7. GMF AeroAsia (GMFI) +9,64% Rp 182, transaksi Rp 105,5 miliar

8. Sinergi Inti Plastindo (ESIP) +7,21% Rp 119, transaksi Rp 8,7 miliar

9. Itama Ranoraya (IRRA) +6,51% Rp 1.555, transaksi Rp 158,3 miliar

10. Tiga Pilar Sejahtera (AISA) + 5,24% Rp 442, transaksi Rp 164,4 miliar.

Baca:

Emiten TV Kabel Milik Hary Tanoe Rilis Saham Baru Rp 857 M

Bank Permata memimpin deretan saham-saham penguat kemarin setelah mendapat sentimen naiknya status bank tersebut menjadi kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun.

Penggabungan Bank Permata dengan Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia (BBI) membuat bank yang dulu milik Astra dan Standard Chartered ini resmi menjadikan bank BUKU 4.

Penggabungan ini telah mendapatkan efektif dari OJK pada 21 Desember 2020 dengan Bangkok Bank Public Company Limited selaku pemegang saham pengendali.

Sementara saham IRRA yang masuk top gainers juga didorong oleh kinerja perusahaan yang positif. IRRA menargetkan kinerja tahun ini bisa tumbuh sampai 30% dibanding dengan capaian perusahaan tahun lalu. Target ini naik dari sebelumnya perusahaan menargetkan pertumbuhan hanya sebesar 20%.

“Kami optimistis laba bersih IRRA bisa tumbuh di atas 30%, jauh di atas besaran target yang ditetapkan yaitu 20%,” kata Direktur Itama Ranoraya Pratoto Raharjo, dalam siaran persnya, Senin (7/12/2020).

Di segmen alat kesehatan non-elektromedik Steril (Jarum Suntik) perusahaan memperkirakan pertumbuhan bisa di atas 30%. Untuk segmen produk diagnostik in-Vitro pertumbuhannya bisa mencapai 25%.

Baca:

Merger dengan Indosat? Ada Taipan Li Kha Shing di Balik Tri

[Gambas:Video ]

(tas/tas)