Usai BRI Syariah dan Garuda, Yusuf Mansur Bidik Saham-saham Ini

Ustaz Yusuf Mansur/Dok Instagram @yusufmansurnew

Jakarta, – Ustaz kondang Yusuf Mansur yang mulai fokus berinvestasi di saham, lagi-lagi memberikan pernyataan soal bidikan investasi berikutnya setelah berhasil cuan di saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dan masuk ke saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

“Abis ini [Garuda], kita masuk ke [saham-saham] jalan tol, jalan tol, kita bikin jadi punya rakyat secara direct,” kata Yusuf Mansur, dalam pesan singkatnya kepada , dikutip Senin (16/11/2020).

Hanya saja YM, panggilan akrabnya, tak menyebutkan spesifik saham yang dibidik.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa saham di sektor ini di antaranya PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMN), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) lewat anak usaha, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) via anak usaha, dan PT Astra International Tbk (ASII) juga lewat anak usaha.

Satu lagi emiten yang masuk bisnis jalan tol yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) lewat anak usaha yang baru didirikan awal November ini.

Dari saham-saham tersebut, yang masuk Daftar Efek Syariah (DES) per Juli 2020 versi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni JSMR, META, CMNP, WIKA, ASII, sementara WSKT dan GGRM tak masuk saham syariah.

Ditanya soal deretan saham-saham ini, YM hanya menjawab singkat, “all tolls, hehehe,” jawabnya.

Soal kenaikan harga saham Garuda, YM sebetulnya menegaskan bahwa dirinya sedikit pun tidak berfikir kenaikan harga sahamnya karena kabar yang ia embuskan. “Ga berpikir begitu, bahkan saat pujian datang, sama sekali enggak [mikir saham GIAA naik,” katanya.

“Tapi, cara berpikir komenan tersebut [di Instagram], mungkin benar… kalau diitung secara matematika lahiriah dunia. Tapi kalau bicara soal sentimen ala langitiyah, hehehe. Ala langit, bisa jadi beda,” kata ustaz yang bisa memakai logat Betawi ini.

Baca:

10 Saham BUMN Ini Ngamuk, Efek Mansurmologi atau Erickmologi?

“Saya bicara bukan soal saya loh ya. Saya ga peduli banget soal IG [Instagram] yang impresinya sedikit. Benar-benar ga peduli. tapi lebih ngajarin soal nawaitu [niat baik dalam segala sesuatu]… dan memberikan kepositifan. Termasuk membangkitkan sentimen positif, pikiran, tulisan, sangkaan, dan keyakinan positif, terhadap garuda dan terhadap semua BUMN,” katanya.

Dia melanjutkan, “jika di tataran niat udah bener, maka “bunyinya” ke mana, dieskalasi ke mana, dibawa kemana, sejauh apa setinggi apa sebesar apa seluas apa, asli itu urusan Allah….”

“Banyak langkah besar, jadi nothing. Tapi ga sedikit, langkah yang terlihat kecil, lemah, sepele, ternyata berdampak menggelegar… kalimat yang panjang kali lebar, dari seorang yang ga diberkahi, akan jadi beda dengan 1 orang yang hanya bergumam, tapi ia diberkahi… di urusan tauhid, iman, keyakinan, kepercayaan, saya sering bicara ini…”

YM bahkan mengutip cerita soal Nabi Musa AS, “saat Nabiyallah ditanya Allah tentang tongkat pemberian-NYA… “Apa yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?” Musa menjawab, sesuai dengan ilmu kemanusiaannya… “It’s just tongkat… Ga lebih. Mau gimana? Ya buat penopang tangan, nyabet ranting dahan yang ngeganggu, jaga-jaga diri dikit… Gitu aja..”, jawab Nabi Musa.”

YM melanjutkan, “kemudian Allah membukakan mata Musa… Bahwa jika Allah berkehendak, tongkat itu kemudian bisa jadi ular hidup, tang memakan ular2 lain. Dan kemudian bahkan bisa membelah lautan.”

“Impresi IG, sepertinya ga keliatan… sebab kacamatanya, manusia, hehehe. Tapi rahasia Ilahi, emang ilmu Langitiyah…”

[Gambas:Instagram]


Di luar soal kenaikan harga saham Garuda pekan lalu, YM menyampaikan bahwa dirinya perlu memberi arahan dan ajakan kepada masyarakat untuk berfikir, berprasangka, dan bertindak positif.

“Ini karena Allah [efek kenaikan harga saham], tapi kita perlu ngajar, ngajak masyakat berfikir, berprasangka, dan bertindak positif sehingga hasilnya menggelegar,” katanya.

Pekan lalu, harga saham Garuda kembali menguat di Jumat (13/11/2020). Data perdagangan BEI mencatat, saham GIAA naik 3,14% di level Rp 328/saham.

Adapun nilai transaksi pada Jumat lalu di saham GIAA mencapai Rp 101,25 miliar dengan volume perdagangan 306,56 juta saham.

Dalam sepekan terakhir saham GIAA melesat 36%, sebulan naik 40%, dam 3 bulan terakhir melesat 27,13%, dan 6 bulan terakhir saham GIAA ‘terbang’ hingga 78,26%, dengan kapitalisasi pasar Rp 8,49 triliun.

Yusuf Mansur bahkan sempat mengekspresikan kegembiraannya melalui akun Instagram setelah mengetahui harga saham GIAA menguat pada Kamis sebelumnya sudah menguat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merah.

Di akun Instagramnya, Yusuf menulis, “Maasyaa Allah… Seneng banget kalo sentimen positif saya dengan izin Allah, bisa bikin kawan-kawan untung dan Garuda membaik terus.”

Baca:

Heboh Skandal Pesawat Bombardier, Begini Penjelasan Garuda

Analisis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam situs resmi Insight Mirae Asset, mencatat, secara fundamental, performa saham Garuda juga terjadi di tengah rencana Kementerian BUMN di bawah Menteri Erick Thohir yang akan membentuk holding perusahaan yang berhubungan dengan penerbangan (aviasi) dan pariwisata.

Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata ini akan segera rampung pembentukannya akhir tahun ini, dengan salah satu anggotanya Garuda.

Beberapa perusahaan yang akan di holding ini antara lain Garuda Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Angkasa Pura I dan II, dan PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Lainnya juga akan melibatkan PT Pelita Air Services (Pelita Air) dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia.

Secara kinerja Garuda, pandemi Covid-19 kembali membuat Garuda membukukan kerugian mencapai US$ 1,07 miliar atau setara Rp 15,58 triliun (asumsi kurs Rp 14.500/US$) pada akhir kuartal ketiga 2020 lalu.

Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan telah membukukan laba bersih senilai US$ 122,42 juta.

Baca:

Saham Garuda Terbang, Yusuf Mansur: Masya Allah Seneng Banget

[Gambas:Video ]

(tas/tas)