AirNav Indonesia Tingkatkan Layanan di Bandara Nusawiru Pangandaran

Petugas Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia melakukan pemantauan lalulintas penerbangan di Tower Airnav, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. AirNav Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan dalam rangka merangkai konektivitas Nusantara melalui transportasi udara. TEMPO/Subekti.

, Jakarta – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat, dari yang sebelumnya aerodrome flight information services (AFIS) menjadi aerodrome control tower (TWR).

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno menyampaikan bahwa peningkatan layanan tersebut mulai efektif pada Kamis, 5 November 2020 pukul 06.00 WIB. “Perbedaan mendasarnya adalah pada AFIS, AirNav memberikan informasi kepada pilot dan keputusan berada pada pilot. Sedangkan pada TWR, AirNav memberikan pemanduan lalu lintas kepada pilot,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2020.

Pramintohadi menuturkan peningkatan layanan ini bertujuan untuk peningkatan keselamatan dan efisiensi penerbangan. Selain itu, peningkatan layanan ini dapat meningkatkan konektivitas udara terutama di selatan Jawa, sehingga diharapkan berkontribusi pula terhadap bergeraknya roda perekonomian di wilayah tersebut.

“Pergerakan pesawat udara di Bandara Nusawiru saat ini 90 persen didominasi oleh pesawat latih dari lima flying school yang berada di wilayah ini. Rata-rata pergerakan pesawat udara per harinya adalah 41 pergerakan, dengan jumlah per bulan mencapai sekitar 1.500 pergerakan. Pesawat udara yang bisa beroperasi di bandara ini yaitu ATR 72,” kata Pramintohadi.

AirNav Indonesia menyiapkan enam personel air traffic controller (ATC) untuk melayani navigasi penerbangan di Bandara Nusawiru  Pangandaran. Personel teknik navigasi penerbangan untuk perawatan peralatan di Nusawiru akan dikirim dari AirNav Indonesia Cabang Bandung.

“Dari sisi peralatan dan fasilitas penerbangan, kami sudah melakukan peningkatan-peningkatan teknis untuk memenuhi persyaratan minimal pelayanan TWR, sesuai dengan standar yang diterapkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga sudah melakukan verifikasi lapangan dan dokumen terhadap peningkatan layanan ini,” ujarnya.

Stakeholder penerbangan, khususnya maskapai penerbangan, menurut Pramintohadi, telah mengetahui peningkatan layanan di Nusawiru melalui publikasi yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder penerbangan melalui website AIM Indonesia milik Kementerian Perhubungan.

“Dengan peningkatan layanan TWR di Bandara Nusawiru, konektivitas udara di selatan Jawa semakin meningkat. Apalagi, sebelumnya Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, juga sudah beroperasi,” tutur dia.

CAESAR AKBAR