Apa yang Terjadi Jika Donald Trump Menolak Hasil Pemilu AS?

Foto kombinasi Joe Biden dan Donald Trump. REUTERS/Jonathan Ernst

, Jakarta – Calon presiden petahana Donald Trump, yang tertinggal dalam jajak pendapat nasional, terus melancarkan tuduhan tanpa bukti pada surat suara yang masuk, mengancam dia akan mengerahkan tim pengacara jika masih ada negara bagian menghitung suara setelah pemilu AS pada selasa.

Dikutip dari Reuters, 3 November 2020, Trump mengatakan kepada wartawan pada Senin malam bahwa rencana Pennsylvania untuk menghitung surat suara yang tiba hingga tiga hari setelah pilpres AS akan menyebabkan kecurangan yang meluas, meskipun dia tidak menjelaskan bagaimana kecurangan itu terjadi.

Dia mendesak Mahkamah Agung AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya yang membiarkan perpanjangan penghitungan suara berlaku. Tetapi pengadilan tetap mengizinkan negara bagian menghitung suara setelah hari pencoblosan.

Bukan hal yang aneh di Amerika Serikat bagi negara bagian untuk menghabiskan beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk menghitung suara mereka, dan rekor lonjakan surat suara sebagai akibat dari pandemi virus corona dapat memperlambat proses lebih lanjut tahun ini.

Lalu bagaimana jika salah satu kandidat menolak hasil pemilu?

Presiden Trump telah ditanya beberapa kali apakah dia akan menerima hasil pemilihan November. Trump tidak mengatakan jawabannya, tetapi berulang kali menuduh adanya kecurangan.

“Saya harus melihat,” kata Trump ketika ditanya oleh Chris Wallace dari Fox News Minggu lalu apakah dia akan menerima hasil tersebut. “Tidak, saya tidak akan mengatakan ya. Saya juga tidak akan mengatakan tidak.”

Peralihan kekuasaan adalah transisi yang diamanatkan oleh Amandemen ke-20 Konstitusi AS dan tradisi demokrasi Amerika Serikat yang paling penting. Pakar konstitusi dan pakar pemilu berpendapat bahwa seorang presiden tidak dapat mengabaikan hasil pemilu dan mempertahankan kekuasaan.

“Ini tidak tergantung pada Presiden Trump, dan negara tidak harus memuaskan dia bahwa dia telah kalah. US Secret Service pada Hari Pelantikan berada di bawah arahan presiden baru. Setelah sumpah jabatan diambil oleh penggantinya, Presiden Trump menjadi tamu di Gedung Putih. Jika dia tetap tinggal, dia menjadi tamu yang tidak diinginkan,” kata Jonathan Turley, seorang profesor hukum konstitusi di Universitas George Washington, dikutip dari CBS News.

Namun, Turley mengatakan, presiden dan tim kampanye kepresidenan dari dua kubu dapat menggugat hasil pilpres di negara bagian tertentu, meskipun ada batasan waktu. Permintaan penghitungan ulang diizinkan di 43 negara bagian, menurut National Conference of State Legislatures. Beberapa dari negara bagian tersebut mengharuskan margin antarkandidat berada di bawah ambang tertentu.

Adapun proses pemilu AS sampai disahkan sebagai berikut: pejabat pemilu di setiap negara bagian menghitung suara dan memberikan pemilih elektorat kepada calon presiden yang memenangkan suara terbanyak di negara bagian mereka.

Menurut Komisi Pemilihan Federal, negara bagian memiliki waktu hingga 8 Desember untuk melaporkan hasil. Para pemilih elektorat negara bagian (sistem yang ditetapkan oleh Pasal II Konstitusi AS) kemudian bertemu pada 14 Desember untuk memberikan suara mereka. Kongres baru bertemu pada 6 Januari untuk mengesahkan mereka.

Sertifikasi pengesahan tersebut, tanpa perintah pengadilan, berfungsi sebagai penerimaan resmi pemilihan. Proses ini dijelaskan oleh Amandemen ke-12, “Ketua Senat akan, di hadapan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, membuka semua sertifikat dan suara kemudian akan dihitung.”

Pejabat pemilu AS di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran utama dua kubu memperingatkan penghitungan suara akan membutuhkan waktu lebih lama karena pencoblosan via pos akibat pandemi.

12
Selanjutnya