BPJT Jawab Protes Hotman Paris Soal Proyek Jalan Tol di Kelapa Gading

Hotman Paris. (Instagram - @hotmanparisofficial)

Jakarta – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danang Parikesit menjawab pernyataan pengacara Hotman Paris ihwal proyek jalan tol di wilayah Kelapa Gading. Pekerjaan jalan tol yang melewati Kelapa Gading, salah satunya adalah seksi Kelapa Gading – Pulo Gebang.

“Saat ini progress lahan untuk proyek tersebut sudah mencapai 100 persen, sementara fisik mencapai 70 persen,” ujar Danang kepada Tempo, Ahad, 11 Oktober 2020. Proyek seksi Kelapa Gading – Pulo Gebang tersebut direncanakan kelar pada kuartal II 2021.

Selain pembangunan pada seksi tersebut, Danang mengatakan ruas tol yang akan melewati Kelapa Gading adalah ruas Semanan-Grogol dan Grogol-Pulo Gebang. Namun, pembangunan dua ruas itu belum dimulai karena pengadaan lahan belum tuntas.

Danang mengatakan untuk pembangunan di wilayah perkotaan, pelaksanaan harus ekstra hati-hati dan mengutamakan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja dalam proses konstruksi. “Waktu pengadaan lahan juga perlu konsultasi yang lebih ekstensif karena menyangkut bisnis di sepanjang koridor tol,” ujar Danang

Sebelumnya pengacara Hotman Paris Hutapea mengeluhkan pembangunan jalan tol yang melewati kawasan Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara, lantaran tak kunjung selesai. Padahal, menurut dia, proyek tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Bapak Menteri PUPR ini bagaimana jalan tol Kelapa Gading, jalan tol terpendek tapi terlama,” ujar Hotman melalui unggahan di akun resmi @hotmanparisofficial, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Menurut Hotman Paris, pembangunan yang tidak kunjung usai tersebut membuat masyarakat sengsara. Pasalnya, kontruksi jalan bebas hambatan itu membuat halaman ruko masyarakat rusak.

“Masyarakat sengsara nih rukonya pada halamannya semuanya rusak nih. Bertahun-tahun ini jalan tol yang melewati Kelapa Gading nggak selesai-selesai, bagaimana masa jalan tol terpendek begini sudah bertahun-tahun,” kata dia.

Ia pun mempertanyakan ihwal pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut. “Ini tanggung jawab siapa ini Bapak Menteri PUPR, katanya ini tanggung jawab Menteri PUPR benar enggak pak? Kasihan rakyat ini.”