Bupati Bogor Siap Kawal Pembangunan Jalan Tol Termbus Serpong dan Karawang

Kepadatan kendaraan di jalan Raya Sawangan dipersimpangan pintu keluar tol Depok Antasari(Desari) Seksi II Brigif-Sawangan, Sabtu 4 Juli 2020. Ruas tol ini rencananya akan terkoneksi dengan ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (Cinere-Cimanggis) serta Lingkar Luar Bogor (BORR) dan Jalan Ciawi-Sukabumi. Tempo/Nurdiansah

, Jakarta – Bupati Bogor Ade Yasin mengaku siap mengawal pembangunan jalan tol dari Bogor tembus Serpong dan Karawang yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Tol BORR (Bogor Outer Ring Road)-Parung-Serpong nantinya terkoneksi dengan Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) III sudah ada dalam RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah),” ungkapnya di Cibinong, Bogor, Selasa, 10 November 2020.

Menurut dia, Jalan Tol Bogor-Serpong akan terhubung dari Jalan Tol BORR di persimpangan Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor yang sekarang baru dibangun sampai Kayumanis Kecamatan Tanahsareal Kota Bogor.

Ade Yasin mengatakan, perencanaan pembangunan jalan tol tersebut sudah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) No 11 tahun 2016. Selain terhubung ke Serpong, Tol BORR juga akan terhubung dengan Tol Depok-Antasari (Desari) dan menembus Dramaga, Kabupaten Bogor yang juga disebut sebagai Tol Jagorawi II.

Mengenai Tol Bogor yang terhubung dengan Karawang akan terhubung di Tol Sentul Selatan. Tapi, hingga kini prosesnya baru sebatas studi kelayakan atau feasibility study (FS).

“Untuk rencana Tol Sentul – Karawang masih dalam pengkajian FS, dalam RTRW belum masuk,” kata Ade Yasin.

Seperti diketahui, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto, menjelaskan, adanya pandemi Covid-19 tak menurunkan minat investor untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga Tol Bogor-Serpong dan Bogor-Karawang akan tetap terlaksana.

Ia mencatat, panjang Tol Bogor-Serpong via Parung mencapai 31,1 kilometer, dengan nilai investasi Rp8,95 triliun. Kemudian, Tol Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 kilometer, dengan nilai investasi Rp15,37 triliun.

“Di dalam era pandemi apakah menurun minat investor, tidak menurun. Terutama proyek yang sudah masuk tahap penyiapan komitmen, tidak akan tertunda,” ujarnya.