Covid-19: Indonesia Salip Bangladesh, Angka Kematian Terburuk ke-3 di Asia

Petugas kepolisian memberi peringatan pada ratusan migran yang berada di atas feri di tengah kekhawatiran wabah virus corona atau COVID-19 di Munshiganj, Bangladesh, 19 Mei 2020. Ratusan migran rela berdesak-desakan agar dapat pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

, Jakarta – Laju penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia tergolong cukup tinggi. Ini terlihat dalam peta penularan global di mana Indonesia menyusul satu per satu negara lain yang semula memiliki peringkat di atasnya sebagai penyumbang jumlah kasus terbesar di dunia.

Perkembangan terkini adalah Indonesia telah menyalip posisi Bangladesh per Jumat malam, 30 Oktober 2020. Indonesia juga semakin meninggalkan Filipina yang dalam beberapa pekan sebelumnya susul menyusul sebagai negara terdampak terburuk di Asia Tenggara.

Indonesia kini berada di urutan 18 secara global dengan jumlah kasus yang dilaporkan 406.945. Bangladesh–sesama negara yang menjadi lokasi uji klinis fase akhir vaksin Sinovac Biotech–melaporkan 406.364 kasus. Sedang Filipina yang lebih berhasil menahan laju penambahan kasus di dalam negerinya berada di peringkat 22 dengan 378.933 kasus.

Secara global, Amerika Serikat masih menyumbang jumlah kasus terbesar sebanyak 9.015.262 per hari yang sama. Adapun total kasus Covid-19 global telah mencapai 45.373.712 kasus dengan korban meninggal 1.185.200 orang, juga yang terbesar dari Amerika Serikat sebanyak 229.347 jiwa.

Baca juga:
Prediksi Statistik, Covid-19 Indonesia Awal November Meningkat

Untuk data korban meninggal ini, Indonesia dengan catatan 13.782 kasus berada di urutan 16 dunia. Di Asia, Indonesia menjadi yang terdampak terburuk ketiga setelah India dan Iran untuk angka kematian ini.

CORONAVIRUS.JHU.EDU