Ditantang Buktikan Diri Bakar Produk Prancis, Arie Untung: Itu Clickbait

Fenita Arie, Wardah Brand Ambassador terbaru bersama suaminya, Arie Untung dalam konferensi pers The Relaunching of Wardah Skin Care Innovation Renew You Series & The Launching of Wardah New Brand Ambassador di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. TEMPO/Nurdiansah

, Jakarta –  Presenter, Arie Untung menjawab tantangan netizen untuk membuktikan ucapannya bahwa ia akan membakar tas produk Prancis sebagai aksi boikot. Ia mengatakan, banyak netizen pro Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menunggunya melakukan aksi tersebut. “Saya tidak ingin menyenangkan mereka,” katanya saat menjelaskan di kanal Youtubenya pada Jumagt, 6 November 2020 dengan judul, Dibakar Ngga? Penting Ga Nurutin Pro Macron?

Arie menjelaskan, aksi dia mengunggah foto lalu memberinya keterangan bahwa tas-tas istrinya buatan Prancis itu sangat tidak sebanding dengan penghinaan Nabi Muhammad di bulan kelahirannya, di akun Instagramnya, 28 Oktober 2020. “Itu semua by design (rekayasa),” katanya menjelaskan. “Itu semua clickbait dan kamu memakannya,” katanya. 

Ia menuturkan, banyak cara untuk mendapatkan perhatian saat menyampaikan aspirasi kita. Misalnya, demo menolak UU Cipta Kerja, untuk mendapatkan perhatian, maka berunjuk rasa selama berhari-hari agar aspirasi sampai. Begitu pula saat ia meletakkan tas-tas istrinya itu di bawah, hal ini merupakan bagian strateginya untuk mendapatkan perhatian. 

“Saya lihat penghinaan Nabi saya ditaruh gambuar-gambari dipajang di dinding. Lalu saya mikir apa yang membuat tulisan saya diperhatikan. Apa yang membuat mereka tahu bahwa nabi saya sedang dinistakan. Saya kepikiran posting fotonya, tulis captonnya, saya post setelah itu saya tidur ketika bangun sudah viral.  Termasuk diviralkan oleh mereka yang pro Macron,” uja suami Fenita Arie ini. 

Setelah melihat aspirasinya terbaca dan sampai, ia merasa sudah tak perlu lagi melakukan aksi pembakaran itu. “Barangnya enggak salah, yang salah pemimpinnya. Emmanuel Macron gunakan Islamofobia untuk menarik suaranya karena dia mau Pemilu, dia meniru cara Donald Trump,” katanya. 

Menurut Arie, sebagai umat Islam, ia tidak terima Nabi Muhammad dinistakan serendah itu. Sikap tidak terima itu merupakan perwujudan cinta kita, seperti halnya saat mencintai orang tua. “Kadar kecintaan beda-beda. Seharusnya mencintai Nabi itu top priority, di atas mencintai orang tua kita. Kalau diam saja, apakah benar sayang?” katanya. 

Di video itu, Arie Untung mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia yang sudah mengecam Emmanuel Macron. Sikap itu juga ditunjukkan pemimpin di negara bukan Islam. “Presiden sudah mengecam. Tapi kalian ini kok malah pro Macron. Mereka inilah pemecah belah persatuan Indonesia,” ujarnya.