Doa Megawati, Tak Ingin Pikun Jika Diberi Umur Panjang

Megawati Soekarnoputri. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan doanya jika diberi umur panjang. Perempuan berusia 74 tahun ini mengaku ingin tetap memiliki ingatan yang tajam sekali pun sudah berusia lanjut.

“Umur saya sekarang 74 (tahun). Kalau dikasih umur panjang, saya minta sama Yang di Atas, please jangan pikun, saya masih sehat, itu aja. Kalau pikun buat apa kelamaan,” kata Megawati dalam webinar Pembukaan Pameran Daring & Dialog Sejarah pada hari ini, Selasa, 24 November 2020.

Megawati mengatakan itu sebabnya ia banyak berbagi pengetahuan kepada generasi muda. Dalam acara webinar tersebut misalnya, Megawati berbicara tentang sejarah Soekarno dan desukarnoisasi di zaman Orde Baru.

Megawati di antaranya bercerita tentang momen Soekarno menggagas Konferensi Asia Afrika yang pertama kali. Ia mengisahkan tentang delegasi Aljazair yang ketika itu belum menjadi negara merdeka sehingga belum memiliki bendera negara.

Hal itu sempat menjadi persoalan lantaran di setiap meja delegasi harus ditancapkan bendera dari negara masing-masing. Menurut Megawati, Soekarno ketika itu menghampiri delegasi Aljazair dan menanyakan seperti apa bendera yang mereka inginkan jika sudah merdeka.

“Bung Karno gambar, langsung bilang ke panitia ini gambar tancapkan, itu benderanya. Bukankah itu pikiran brilian dari seorang manusia yang ingin memerdekakan bangsa-bangsa di dunia,” ujar Megawati.

Megawati pun menyadari ceritanya ini akan dianggap demi membesarkan Presiden pertama RI itu. Menampik anggapan itu, Megawati mengatakan cerita tersebut adalah fakta.

“Lalu kita ini mau contoh atau tidak. Itu kan persoalan besarnya. The big question-nya itu Pak Nadiem (Makarim), so what, gitu aja kalau saya,” kata Megawati menunjukkan pernyataannya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang juga hadir dalam acara tersebut.

Megawati mengatakan ia beruntung lantaran berada di pusaran orang-orang pintar. Dia juga mengisahkan sang ibu, Fatmawati, yang merupakan penjahit Bendera Merah Putih.

Menurut Megawati, kisah keberanian ibunya menjahit bendera negara juga perlu ditulis. Ia secara khusus menyampaikan pesan ini kepada sejarawan Bonnie Triyana yang juga hadir menjadi pemateri.

“Saya nanya ke ibu saya, ibu kok berani banget sih. ‘Lho kenapa, saya tahu kita akan merdeka’. Bisakah kita berimajinasi seorang perempuan yang punya keberanian untuk melakukan hal itu,” kata Megawati.