DPRD DKI Usul Bansos Sembako Diganti Dengan Uang Tunai

Petugas Pos Indonesia menyerahkan bantuan sosial tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Pabuaran Cibadak RT 02/03 Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 Mei 2020. ANTARA/ Arif Firmansyah

Jakarta – Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiyono, menyarankan Pemerintah Provinsi DKI mengganti paket bantuan sosial (Bansos) selama masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jakarta dengan uang tunai. Menurut dia, pembagian Bansos berupa sembako cenderung mempunyai kelemahan sehingga kerap menimbulkan hambatan.

“Ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya yang menyebabkan bantuan sosial tersebut tidak dapat dilaksanakan tepat waktu,” kata Mujiyono melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2020. Ia mencontohkan bantuan sosial tahap satu yang direncanakan selesai pada 18 April 2020 terpaksa mundur hingga 24 April 2020.

Menurut dia, pembagian Bansos berpotensi terhambat karena penyedia bahan kebutuhan, yakni Perumda Pasar Jaya dan mitra kesulitan untuk menyediakan paket kebutuhan. “Terhambat karena adanya kendala supply barang dan hambatan teknis lainnya,” ujarnya.

Penyebab pendistribusian terhambat juga disebabkan adanya kendala dalam pengiriman paket ke penerima. Misalnya karena pengiriman paket terlambat datang sehingga pihak RW minta agar paket tersebut dikirim keesokan harinya.

Banyaknya kendala tersebut, lanjut Mujiyono, harus menjadi evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan bantuan sosial warga terdampak Corona. “Pemerintah mesti mempertimbangkan memberikan bantuan langsung kepada keluarga terdampak dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai,” tuturnya. 

Politikus Demokrat itu menuturkan ada beberapa keuntungan dalam penyaluran bantuan tunai, yakni pemerintah daerah terhindar dari kesulitan untuk menyediakan dan mendistribusikan bahan kebutuhan pokok warga secara langsung. Lalu, biaya distribusi dan pengemasan barang bisa dihemat sehingga jumlah bantuan yang
diterima lebih maksimal.

Keuntungan lainnya adalah warga penerima mendapatkan kebebasan untuk menentukan prioritas kebutuhan selama wabah Corona. Selain itu, pembagian uang tunai akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat menghidupkan perekonomian kecil di sekitar tempat tinggal, seperti warung kecil, warung makan, dan sebagainya. “Saya menyarankan agar bantuan diganti uang tunai,” kata Mujiyono. 

IMAM HAMDI