Freeport Diminta Lapor ke Pemprov Papua Soal Penanganan Corona

Pekerja tengah memindahkan tembaga bekas untuk diolah di PT Smelting, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6) PT Smelting memperoleh pasokan konsentrat tembaga sebesar 1 juta ton dari PT Freeport Indonesia dan dari Amman Mineral Nusa Tenggara sebanyak 100 ribu ton. TEMPO/Tony Hartawan

, Jakarta – Pemerintah Provinsi Papua akan meminta PT Freeport melaporkan perkembangan penanganan COVID-19 di wilayah kerjanya di Tembagapura.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal (KT) seusai memimpin rapat melalui live streaming, Senin, di Jayapura mengatakan akan memanggil perwakilan PT Freeport di Jayapura untuk mengetahui sejauh mana langkah yang diambil perusahaan tersebut dalam menangani pandemi virus corona.

Apalagi saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Distrik Tembagapura cukup tinggi yakni mencapai 51 orang positif.

Karena itu dijadwalkan Selasa, 5 Mei 2020, akan dilakukan pertemuan dengan perwakilan PT. Freeport di Jayapura, kata Wagus Klemen Tinal.

Ketika ditanya tentang rencana tes cepat (rapid test) massal terhadap karyawan PT. Freeport, KT mengatakan belum mengetahui dengan pasti dan akan menunggu penjelasan dari perwakilan perusahaan tersebut.

Dalam pertemuan itu diharapkan perusahaan penambangan terbesar di Indonesia benar-benar menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing) agar dapat menekan laju penularan virus tersebut.
Selain itu karyawan juga harus selalu menggunakan masker, kata Wagub KT.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mimika dr. Raynold Ubra secara terpisah kepada ANTARA mengatakan saat ini 87 orang yang positif COVID-19 dan 51 diantaranya berada di Distrik Tembagapura.

Mereka sudah diisolasi mandiri di salah satu barak di Tembagapura yang disediakan manajemen PT. Freeport, sedangkan yang dirawat tercatat sembilan orang dengan kondisi relatif stabil.