Gunung Merapi Muntahkan 8 Awan Panas dan 27 Lava Pijar

Yogyakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terpantau cukup intens selama 24 jam pada Sabtu, 27 Maret 2021.

Baca:
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.300 Meter

Dalam sehari penuh itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat Merapi memuntahkan delapan kali awan panas dan 27 kali lava pijar.

Selama empat periode pemantauan tiap enam jam yang dilakukan BPPTKG, awan panas Merapi paling intens terjadi dalam periode pertama, yakni pukul 00.00-06.00 WIB. Saat itu empat kali awan panas guguran Merapi meluncur dengan jarak maksimal 1.800 meter mengarah ke barat daya.

“Kemudian pada periode pemantauan 06.00-12.00 WIB, kembali teramati tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.300 meter ke arah barat daya,” ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Memasuki periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, Merapi masih mengeluarkan awan panas meski frekuensinya menurun, yakni hanya
teramati satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.600 meter ke arah barat daya.

Baru pada periode pengamatan pukul 18.00-24.00 WIB, awan panas tak muncul lagi, namun guguran lava pijar berlipat lebih banyak dari tiga periode sebelumnya yang masing masing hanya 2-4 kali guguran lava pijar.

“Pada periode pengamatan 18.00-24.00 WIB, teramati 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya,” kata Hanik.

Hanik mengatakan Gunung Merapi masih ditetapkan statusnya di level III atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara, yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

PRIBADI WICAKSONO