Industri Kesehatan Siapkan Sarana Vaksinansi Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Jakarta – Pelaku industri kesehatan menawarkan diri untuk membantu pelaksanaan program imunisasi vaksin Covid-19. Mereka menanti rencana detil pemerintah agar dapat memulai persiapan. 

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi, Dorojatun Sanusi, menawarkan kerja sama penyediaan rantai dingin untuk distribusi vaksin. “Tidak ada satu pun yang bisa memasok untuk ratusan juta dosis ke berbagai macam tempat sendirian,” katanya kepada Tempo, Rabu 18 November 2020. Dengan memanfaatkan fasilitas perusahaan farmasi swasta, jangkauan distribusi akan lebih luas dan merata.

Kerja sama ini juga dipercaya dapat meringankan biaya investasi perusahaan pelat merah untuk menambah fasilitas rantai dingin. “Setelah pandemi katakanlah sudah dapat dikendalikan, fasilitas yang dibangun dengan mahal berpotensi idle,” ujar dia.

Dorojatun menuturkan, pemerintah perlu segera duduk bersama pengusaha farmasi, rumah sakit, klinik hingga pihak lain yang mungkin terlibat dalam proses imunisasi. Dari diskusi tersebut pemerintah bisa mengetahui kesiapan vaksinasi. Di sisi lain, pihak yang terlibat memiliki kesempatan untuk bersiap.

Asosiasi Klinik Indonesia, Eddi Junaidi, merupakan salah satu yang menanti pertemuan tersebut. Dia memiliki banyak pertanyaan mengenai pelaksaaan imunisasi. “Terkait fasilitas penyimpanan misalnya, apakah akan dibantu pemerintah atau tidak,” katanya.

123
Selanjutnya