Ini Protokol Covid-19 Dari CGV Cinemas Jika Bioskop Dibuka Lagi

Petugas pemandu protokol kesehatan menunggu di pintu masuk bioskop CGV di Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2020. Monitoring masih dilakukan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan yang masih tutup. Penerapan new normal di kawasan komersial berbanding lurus dengan meningkatnya kasus penularan virus corona di masyarakat. TEMPO/Prima Mulia

Jakarta – Head of Sales and Marketing CJ CGV Cinemas, Manael Sudarman, mengatakan jika bioskop dibuka kembali perusahaan akan menerapkan protokol Covid-19 sesuai dengan panduan dari Kementrian kesehatan. “Seperti wajib masker di seluruh area bioskop,” kata Manael saat dihubungi, Ahad, 18 Oktober 2020.

Lalu, CGV Cinemas akan menyediakan hand sanitizer, cek suhu tubuh sebelum masuk, pemesanan tiket dan makanan minuman dilakukan secara online. Selain itu, pembayaran dengan digital payment, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Protokol lainnya yang akan diterapkan CGV Cinemas ialah membatasi kapasitas ruang auditorium sesuai aturan, membentuk tim gugus tugas Covid-19 di bioskop. Kemudian pembersihan rutin setiap selesai pemutaran filmd dengan cairan disinfektan, pemberian informasi/materi komunikasi tentang protokol Covid-19 di bioskop.

Manael mengatakan saat ini CGV Cinemas sedang menunggu keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ihwal pembukaan bioskop. “Jadi, buka atau tidak kami menunggu dulu hasil assesment dari Pemerintah,” kata Manael.

Sebelumnya, Kepala Bidang Industri Pariwisata Bambang Ismadi mengatakan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbolehkan bioskop untuk buka. Namun, ada prosedur yang harus dilewati oleh pengusaha bioskop.

Prosedur pertama, menurut Bambang, adalah permohonan persetujuan teknis untuk membuka usaha. “Ditujukan ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ujar Bambang di Gedung DPRD DKI pada Senin, 12 Oktober 2020.

Selanjutnya, kata dia, Dinas Pariwisata akan mengirim tim gabungan yang sudah dibentuk. “Pada dasarnya bioskop belum buka sebelum ada persetujuan dari Dinas Pariwisata,” kata Bambang.

HENDARTYO HANGGI