MRT Jakarta Optimistis Capai Target 65 Ribu Penumpang, Dirut: Vaksin Sudah Ada

Penumpang kereta MRT saat berada di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020. Jam operasional MRT saat PSBB fase transisi yaitu pada hari kerja pukul 05.00 sampai 21.00 dengan headway 10 menit. TEMPO/M Taufan Rengganis

, Jakarta – Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William Sabandar menargetkan jumlah penumpang MRT Jakarta tahun ini mencapai 65 ribu per hari. Dia optimistis target itu tercapai karena wabah Covid-19 di Jakarta kini lebih terkontrol dengan adanya vaksin Covid-19.

“Memang kasus naik, tapi situasi lebih terkontrol, vaksin sudah ada,” kata dia dalam diskusi virtual Dialog Awal Tahun Bersama MRT Jakarta, Selasa, 5 Januari 2021.

William berharap rencana vaksinasi Covid-19 bakal efektif menekan penularan virus corona sehingga pengunaan transportasi publik kembali naik.

Menurut dia, jumlah penumpang kereta Ratangga pada Januari-Februari 2020 masih bertahan di angka 88 ribu orang per hari. Bulan selanjutnya hingga akhir 2020, penumpang harian MRT Jakarta turun signifikan di kisaran 27.281 orang. Jumlah ini jauh dari target 100 ribu penumpang per hari.

“Maret angkanya jauh menurun, bahkan di Mei turun sekali,” ujar dia.

William menuturkan perlunya promosi yang gencar agar pengguna kendaraan pribadi kembali menggunakan MRT. Dia memastikan, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di stasiun dan kereta tetap berjalan.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Laba PT MRT Jakarta Turun 56 Persen pada 2020

Protokol kesehatan itu, antara lain pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area stasiun, dilarang berbicara di dalam kereta, dan wajib menggunakan masker. PT MRT Jakarta juga mensterilkan seluruh fasilitas dengan disinfektan. “Apa yang kami lakukan tahun ini mempertahankan standar pelayanan yang mengutamakan protokol kesehatan,” jelas dia.