Neraca Dagang Surplus US$ 1,96 M, Deputi KSP Klaim Kerja Keras Pemerintah

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada September 2017 turun dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

, Jakarta – Deputi III Kepala Staf Presiden (KSP) Panutan S. Sulendrakusuma mengklaim neraca dagang pada awal tahun yang mencatatkan surplus US$ 1,96 miliar merupakan buah dari kerja keras pemerintah. Kondisi ini diyakini dapat menyumbang tren positif bagi pertumbuhan ekonomi kuartal I mendatang.

“Catatan tersebut menunjukkan bagaimana kerja keras pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi selama masa pandemi Covid-19,” ujar Panutan dalam keterangannya, Senin, 15 Februari 2021.

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat surplus neraca dagang didorong oleh meningkatnya nilai ekspor. Sepanjang Januari 2021, ekspor Indonesia tumbuh 12,2 persen secara year on year (yoy) atau menjadi US$ 15,3 miliar.

Laju ekspor ditopang oleh sektor non-migas yang meningkat mencapai 12,5 persen dan menjadi kontributor terbesar bagi pergerakan neraca dagang pada Januari 2021. Dari ekspor nonmigas tersebut, kelompok pertanian menyumbang peningkatan sebesar 13,9 persen; pertambangan 16,9 persen; dan industri 11,7 persen.

Sementara itu, ekspor migas turut meningkat meski di bawah non-migas, yakni 8,3 persen secara year on year. Panutan menyebut peningkatan nilai ekspor tersebut cukup tinggi di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi sebagian besar negara yang dilanda pandemi.

12
Selanjutnya