Panglima TNI Perintahkan Anak Buahnya Bombadir Zona Merah Covid-19

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait ditemukannya black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditampilkan dalam konferensi pers di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

, Surabaya – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menginstruksikan anak buahnya untuk membombardir atau mengeroyok kampung-kampung yang masih berstatus zona merah atau tingkat risiko tinggi kasus COVID-19 di Jawa Timur.

“Saya sudah perintahkan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto,” ujar Panglima TNI saat meninjau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di dua kelurahan, yakni Perak Barat dan Kedung Baruk Surabaya, Kamis 11 Februari 2021.

Ia menegaskan, berdasarkan laporan yang diterima dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat ini masih ada 210 RT berstatus zona merah di wilayah setempat.

“Saya sudah minta Pangdam, termasuk koordinasi dengan Kapolda untuk terus membombardir 210 RT tersebut. Caranya, keroyok dengan melakukan pelacakan, melakukan isolasi, kemudian perketat dengan melaksanakan pembatas sosial dan tentunya dari pemerintah daerah akan mengeluarkan peraturan untuk hal tersebut,” katanya.

Baca: Imbau Libur Imlek di Rumah, Ganjar: Bisa Turunkan Kasus Covid-19

Sedangkan, untuk Kelurahan Kedung Baruk, Marsekal Hadi mengatakan bahwa kampung tersebut berstatus zona hijau. Di kampung tersebut, lanjut dia, peran Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas dibutuhkan untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan.

“Setiap saya lihat tadi, setiap tamu yang masuk pun harus ditegur apabila tidak menggunakan masker. Tapi, di sini sudah menggunakan masker, jadi tidak ada yang ditegur, tinggal diawasi saja,” katanya.

Panglima TNI kembali menegaskan untuk tetap mempertahankan dan menjaga zona hijau ini, warga diimbau tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.