Paus Fransiskus: Seluruh Dunia Harus Mendapat Vaksin Virus Corona

Paus Fransiskus memberikan ceramah saat memimpin Misa Malam Paksah yang digelar tanpa partisipasi publik di St. Peter's Basilica, Vatikan, 11 April 2020. Vatican Media/Handout via REUTERS

, Jakarta – Paus Fransiskus menyerukan pada Ahad agar seluruh ilmuwan dunia bekerja sama menemukan vaksin virus Corona dan dibagikan kepada semua orang di seluruh dunia.

Tidak seperti biasanya, Paus Fransiskus menyampaikan pidato hari Minggu dari perpustakaan Kepausan alih-alih Lapangan Santo Petrus karena lockdown di Italia. Dalam kesempatan ini Paus berterima kasih kepada semua orang di seluruh dunia yang menyediakan layanan penting selama lockdown.

Dia mendorong kerja sama internasional untuk menangani krisis dan memerangi virus, yang telah menginfeksi hampir 3,5 juta orang dan membunuh lebih dari 240.000 orang di seluruh dunia.

“Faktanya, penting untuk menyatukan kemampuan ilmiah, secara transparan dan tidak memihak untuk menemukan vaksin dan perawatan,” katanya, seperti dikutip dari Reuters, 3 Mei 2020.

“Adalah penting untuk menjamin akses universal ke teknologi penting yang memungkinkan setiap orang yang terinfeksi, di setiap bagian dunia, untuk menerima perawatan medis yang diperlukan,” ujar Paus.

Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

Para pemimpin dunia berjanji pada bulan April untuk mempercepat pekerjaan pada tes, obat-obatan dan vaksin terhadap COVID-19 dan untuk membagikannya di seluruh dunia, tetapi Amerika Serikat tidak mengambil bagian dalam peluncuran inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa WHO lambat bereaksi terhadap wabah dan menuduhnya berpihak pada Cina. Sebagai konsekuensinya, Trump telah mengumumkan penangguhan pendanaan kepada WHO.

Sejumlah perusahaan farmasi di seluruh dunia telah mengembangkan tes untuk mengidentifikasi antibodi yang berkembang setelah seseorang melakukan kontak dengan virus.

Pemerintahan Trump berencana untuk mempercepat pengembangan vaksin virus Corona dengan tujuan menyiapkan 100 juta dosis pada akhir tahun 2020, menurut pejabat senior pemerintahan AS.

Sebagian besar ahli menyatakan uji klinis untuk menjamin vaksin aman dan efektif bisa memakan waktu minimal 12 hingga 18 bulan.

Pada hari Minggu, Paus Fransiskus juga mendukung proposal oleh kelompok antaragama yang dikenal sebagai Komite Tinggi Persaudaraan Manusia untuk hari doa internasional dan puasa pada 14 Mei untuk meminta Tuhan membantu umat manusia mengatasi pandemi virus Corona.