Pecinta Alam Renangi Pantai Laut Selatan di Garut, Akibatnya ….

Wisatawan mengambil gambar ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat, 20 Juli 2018. BMKG Yogyakarta memperkirakan gelombang tinggi yang terjadi beberapa waktu belakangan masih akan berlangsung di laut selatan Yogyakarta. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

, Bandung – Tim pencari dan penyelamat (SAR) yang berjumlah 80 orang mencari seorang wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Cikaso, Laut Selatan d Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban hanyut di laut saat berenang bersama tiga rekannya, Jumat sore, 12 Februari 2021.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil,” kata Supriono, Kepala Seksi Operasi SAR Bandung, Ahad sore, 14 Februari 2021.

Menurutnya, operasi pencarian dilanjutkan Ahad pagi dengan penyusuran di pantai dan penyisiran di laut. Jaraknya berkisar 2-3 kilometer yang terpencar ke arah barat dan timur.

Tim melibatkan 80 orang yang didukung kalangan kepolisian, tentara, puskesmas, nelayan, dan masyarakat. “Perahu dan peralatan lengkap, ditambah perahu nelayan dan dua drone,” ujar Supriono.

Selama pencarian tidak ada kendala di lapangan. Cuaca tergolong bagus dan ombak laut tidak sampai satu meter sehingga bisa diarungi perahu karet bermotor. Namun begitu korban masih sulit ditemukan tim pencari.

Muncul dugaan korban tersangkut di karang. “Untuk penyelaman belum dilakukan, baru snorkeling saja,” kata dia.

Korban yang hilang itu bernama Fakhry Rahmadiza Syafni berusia 22 tahun. Dia bersama empat rekannya datang ke Pantai Cikaso, Garut, untuk liburan, Jumat, 12 Februari 2021.

Mereka alumni SMAN 5 Bandung yang tergabung dalam Perhimpunan Pecinta Alam Sadagori di sekolah itu. Setelah mendirikan tenda di pantai sore hari, empat dari lima sekawan itu berenang. Dari dekat pantai mereka terseret jauh ke laut.

Upaya pertolongan seorang kawannya yang tidak ikut berenang dengan tali gagal. Setelah itu dia berlari meminta pertolongan ke warga sekitar. Tiga orang yang selamat dilarikan ke Puskesmas terdekat dan keluar pada Sabtu, 13 Februari 2021.

Baca juga:
Endapan Purba Kuatkan Potensi Tsunami Raksasa dari Laut Selatan Jawa

Menurut Supriono, saat kejadian itu tinggi gelombang atau ombak Laut Selatan mencapai 1-1,5 meter. Sebenarnya kata dia, wisatawan dilarang untuk berenang di sepanjang pantai Laut Selatan. “Karakternya begitu hanya untuk dinikmati saja pemandangannya,” kata dia.