Pedagang Pasar Ragu Terima Vaksin, Wali Kota Jakbar: Kita Berdoa Mudah-mudahan..

Pedagang mengemas baju yang dipilih pembeli di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), peredaran uang kartal menurun dari 6,17% (year on year / yoy) pada Juli menjadi 5,82% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi Rp. 762,1 triliun. Tempo/Tony Hartawan

, Jakarta – Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto akan meminta TNI, Polri hingga Camat untuk melakukan sosialisasi agar pedagang pasar tradisional mau menerima vaksin Covid-19. 

“Nanti saya coba koordinasi dengan TNI, Polri, termasuk juga pak Camat untuk bisa lebih meyakinkan sosialisasi terkait dengan vaksin karena pak Gubernur juga sudah jelas, sudah disampaikan,” kata Uus Kuswanto di Jakarta, Selasa 16 Februari 2021.

Sebagian besar pedagang di Jakarta Barat masih ragu menerima vaksinasi Covid-19 yang akan diberikan mulai Rabu ini. Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia cabang Jakarta Barat Afrizal yang menyebut 80 persen pedagang pasar di Jakarta Barat masih ragu akan vaksin Covid-19.

Menurut Afrizal, para pedagang meragukan kualitas vaksin yang akan diterima mereka.

Sementara Manajer PD Pasar Jaya Pasar Tomang Barat Irma Sismilia mengatakan ada beberapa pedagang di Pasar Jaya Tomang Barat yang menolak untuk didata sebagai penerima vaksin Covid-19.

Agar para pedagang mau menjalani vaksinasi Covid-19, PD Pasar Jaya berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun ke pasar untuk menyosialisasikan vaksin yang akan diberikan kepada para pedagang.

“Alasan penolakan ada macam-macam. Ini dari Kemenkes juga tidak turun ke pasar. Jadi, harapan kami dari Kemenkes atau Puskesmas untuk sosialisasi,” ujar dia.

12
Selanjutnya