Pemerintah Inggris Kucurkan Dana Bantuan Olahraga Rp 5,6 Triliun

Pemain Rugby Inggris, Max Malins. (Justin Tallis/Pool via REUTERS)

, Jakarta – Pemerintah Inggris mengucurkan dana bantuan olahraga senilai 300 juta pound sterling (sekitar Rp 5,6 triliun) untuk membantu berbagai kompetisi yang terdampak pandemi COVID-19. Rugby menjadi penerima terbesar bantuan, tetapi liga top sepak bola dan kriket tidak kebagian.

Pencairan bantuan berlabel ‘bekal musim dingin’ itu akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan, terutama sebagai pinjaman berbunga ringan dengan kesepakatan fleksibel tetapi juga sebagai hibah.

Uang bantuan dibedakan untuk yang mencakup olahraga di Inggris saja dengan yang dialokasikan ke wilayah-wilayah lain di Britiania Raya.

Di hadapan parlemen Menteri Olahraga Nigel Huddleston menyatakan sejumlah klub olahraga akan gulung tikar kecuali ada aksi perlindungan dari pemerintah.

“Kami paham bahwa keputusan akhir September lalu untuk tidak membuka tribun penonton pertandingan olahraga sejak 1 Oktober telah menimbulkan konsekuensi serius kepada klub-klub olahraga baik besar maupun kecil,” katanya sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis.

“Bagi sejumlah klub, hilangnya pendapatan tiket sama saja menghilangkan sumber pendapatan terbesarnya,” ujar Huddleston menambahkan.

Dana bantuan akan dialokasikan untuk rugby, pacuan kuda, klub-klub sepak bola National League (kasta kelima dan keenam) dan sepak bola putri, motorsport, tenis, netball, bola basket, hoki es, bulu tangkis dan pacuan anjing.

Rugby uni mendapat porsi bantuan terbesar senilai 135 juta pound sterling (sekira Rp 2,5 triliun), yang 59 juta pound sterling (sekira Rp 1,1 triliun) di antaranya dialokasikan untuk klub-klub peserta liga Rugby Premiership dan 44 juta poundsterling (sekira Rp 826,5 miliar) bagi asosiasi Rugby Football Union.

Porsi terbesar kedua jatuh untuk pacuan kuda yang mendapat dana bantuan 40 juta pound sterling (sekira Rp 748,5 miliar) dan klub-klub National League dan sepak bola putri menerima 28 juta pound sterling (sekira Rp 525,9 miliar).

Motorsport yang diketahui mempekerjakan lebih dari 40 ribu orang di Inggris mendapat alokasi bantuan sebesar enam juta pound sterling (sekira Rp 112,2 miliar) yang akan membantu operator sejumlah sirkuit seperti Silverstone.

Huddleston mengaku kriket masih dipersilakan mengajukan permintaan bantuan, tetapi sepak bola divisi atas diminta membiayai diri sendiri dengan alasan klub-klub Liga Premier memiliki sumber pendapatan besar berupa uang kontrak hak siar dan sejumlah sponsor.