Persiapan Piala Thomas dan Uber 2020, PBSI Belum Siapkan Strategi

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) berupaya mengembalikan kok ke arah lawannya, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

, Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) belum menentukan langkah-langkah atau strategi untuk menghadapi turnamen Piala Thomas dan Uber 2020 yang akan dihelat di Arrhus, Denmark pada 3-11 Oktober mendatang.

Setelah dua kali ditunda akibat pandemi virus corona atau Covid-19, akhirnya BWF resmi mengumumkan waktu penyelenggaraan turnamen bergengsi tersebut. Sebelumnya, Piala Thomas dan Uber tahun ini dijadwalkan pada 16-24 Mei 2020, kemudian diundur lagi menjadi 15-23 Agustus 2020.

Melalui keterangan tertulis, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto menyatakan pihaknya belum dapat melakukan persiapan karena masih menunggu informasi jadwal turnamen lainnya sebelum perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020.

“Persiapan ke Piala Thomas dan Uber masih belum bisa ditentukan karena penyusunan strateginya tergantung dari jadwal turnamen-turnamen sebelumnya. Kalau dilangsungkan Oktober, berarti kita punya waktu lima bulan lagi,” kata Budi, Rabu, 29 April 2020.

Idealnya, menurut dia, ada turnamen-turnamen lain yang digelar sebelum Piala Thomas dan Uber 2020, sehingga para atlet bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik, terlebih mereka sudah lama absen dari berbagai pertandingan.

“Memang sebaiknya ada turnamen lain dulu sebelum Piala Thomas dan Uber, sebagai pemanasan. Jadi, para atlet bisa mempersiapkan diri, dan sekaligus latihan juga. Karena latihan tanpa kompetisi itu berbeda rasanya dengan berlatih biasa,” tutur Budi.

Kendati demikian, dia tetap menilai waktu penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber tahun ini sudah tepat. Dia pun berharap sebelum memasuki Oktober 2020, pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah mereda, sehingga atlet-atlet bisa berlatih dengan normal.

“Saya rasa, Oktober merupakan waktu yang ideal. Puncak Covid-19 di Indonesia diperkirakan Mei, jadi bulan Juli atau Agustus sudah membaik. Kalau perkiraan ini tepat, berarti kita bisa mematangkan persiapan mulai Agustus sampai September 2020,” kata Budi.